1.000 Putra-Putri Papua Jalani Pendidikan Bintara TNI di Pulau Jawa
Senin, 08 Februari 2021 - 13:01 WIB
Sebanyak 1.000 putra dan putri asli Papua menjalani pendidikan bintara di sejumlah rindam di Pulau Jawa, salah satunya di Rindam IV/Diponegoro. Foto/dispenad
JAKARTA - Sebanyak 1.000 putra dan putri asal Papua menjalani Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI di sejumlah Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) di Pulau Jawa. Dikmaba TNI ini merupakan program Otonomi Khusus di wilayah Kodam XVIII/Kasuari 2020.
Ke-1.000 calon bintara tersebut terdiri atas 330 siswa dikirim ke Rindam III/Siliwangi Bandung, 240 siswa Bintara ke Rindam IV/Diponegoro Semarang, 260 siswa ke Rindam V/Brawijaya Surabaya dan 130 calon Bintara ke Rindam Jaya Jakarta. Lalu, 40 putri asli Papua mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad), Lembang, Bandung.
"Jadi, sengaja kami sebar di Pulau Jawa. Pertama, saya selaku Pangdam, kami punya Rindam tapi belum sempurna. Jadi, ada berapa pembina pengasuh pelatih dan alat fasilitas sarana belum terpenuhi sehingga kami titipkan di luar Kodam XVIII/Kasuari,” kata Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, dalam keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).
(Baca: Buru 2 Harimau yang Lepas dari Sinka Zoo Singkawang, BKSDA Dibantu Polisi dan TNI)
Lebih lanjut disampaikan Cantiasa, tujuan kedua, dalam rangka memberikan wawasan sehingga para siswa calon bintara mengetahui dan mengenal Indonesia secara utuh, bukan hanya Papua dan Papua Barat. Ketiga, jumlah siswa calon bintara yang lolos seleksi cukup banyak, sehingga tidak mungkin bisa ditangani pendidikannya hanya oleh satu Rindam.
"Kebetulan yang kami lihat siap dan bagus itu sementara di daerah Jawa, dan kebetulan kosong pendidikan di sana sehingga kami titip pendidikan di daerah Jawa,” ujarnya.
Ke-1.000 calon bintara tersebut terdiri atas 330 siswa dikirim ke Rindam III/Siliwangi Bandung, 240 siswa Bintara ke Rindam IV/Diponegoro Semarang, 260 siswa ke Rindam V/Brawijaya Surabaya dan 130 calon Bintara ke Rindam Jaya Jakarta. Lalu, 40 putri asli Papua mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad), Lembang, Bandung.
"Jadi, sengaja kami sebar di Pulau Jawa. Pertama, saya selaku Pangdam, kami punya Rindam tapi belum sempurna. Jadi, ada berapa pembina pengasuh pelatih dan alat fasilitas sarana belum terpenuhi sehingga kami titipkan di luar Kodam XVIII/Kasuari,” kata Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, dalam keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).
(Baca: Buru 2 Harimau yang Lepas dari Sinka Zoo Singkawang, BKSDA Dibantu Polisi dan TNI)
Lebih lanjut disampaikan Cantiasa, tujuan kedua, dalam rangka memberikan wawasan sehingga para siswa calon bintara mengetahui dan mengenal Indonesia secara utuh, bukan hanya Papua dan Papua Barat. Ketiga, jumlah siswa calon bintara yang lolos seleksi cukup banyak, sehingga tidak mungkin bisa ditangani pendidikannya hanya oleh satu Rindam.
"Kebetulan yang kami lihat siap dan bagus itu sementara di daerah Jawa, dan kebetulan kosong pendidikan di sana sehingga kami titip pendidikan di daerah Jawa,” ujarnya.
Lihat Juga :