Isu Kudeta Justru Buktikan Kepemimpinan AHY Lemah Dibanding SBY
Selasa, 02 Februari 2021 - 13:21 WIB
Selain itu, isu kudeta atau tepatnya kongres luar biasa (KLB) juga dianggapnya sebagai upaya menjegal Demokrat pada Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2022. Sebab Demokrat merupakan partai yang menolak Pilkada dilaksanakan 2024.
Di sisi lain, upaya paksa berarti ada rencana melengserkan AHY dari kursi ketua umum. Dia pun melihat munculnya isu kudeta di internal partai ini semakin membuktikan kepemimpinan Partai Demokrat di bawah AHY relatif rapuh dan lemah jika dibandingkan saat partai itu dipimpin SBY.
(Baca:Max Sopacua Tantang Syarief Hasan Debat soal Tudingan Kudeta)
"Ini bagian kudeta politik, memang pengurus saat ini perlu diantisipasi. Ada banyak contoh terjadi peralihan kekuasaan dari partai-partai yang ada. Kalau AHY digoyang bisa jadi partai ini akan terpecah akan ada dualisme seperti PPP waktu lalu kubu Rommy Romahurmuzy dan juga Djan Faridz Humprey Djemat. Serta Golkar pernah kubu Aburizal Bakrie dan Akbar Tanjung. Bahkan 2010 dua kubu PKB Cak Imin dan mendiang mantan Presiden Gus Dur," ungkapnya.
Di sisi lain, upaya paksa berarti ada rencana melengserkan AHY dari kursi ketua umum. Dia pun melihat munculnya isu kudeta di internal partai ini semakin membuktikan kepemimpinan Partai Demokrat di bawah AHY relatif rapuh dan lemah jika dibandingkan saat partai itu dipimpin SBY.
(Baca:Max Sopacua Tantang Syarief Hasan Debat soal Tudingan Kudeta)
"Ini bagian kudeta politik, memang pengurus saat ini perlu diantisipasi. Ada banyak contoh terjadi peralihan kekuasaan dari partai-partai yang ada. Kalau AHY digoyang bisa jadi partai ini akan terpecah akan ada dualisme seperti PPP waktu lalu kubu Rommy Romahurmuzy dan juga Djan Faridz Humprey Djemat. Serta Golkar pernah kubu Aburizal Bakrie dan Akbar Tanjung. Bahkan 2010 dua kubu PKB Cak Imin dan mendiang mantan Presiden Gus Dur," ungkapnya.
(muh)
Lihat Juga :