Presidium Alumni 212 Berharap Listyo Sigit Tuntaskan Kasus Penembakan 6 Laskar FPI
Senin, 18 Januari 2021 - 14:34 WIB
Kapolri pengganti Jenderal Pol Idham Azis diharapkan bisa membuka seterang-terangnya dan transparan tanpa ditutup-tutupi. Amin meminta agar dalam peristiwa tewasnya enam orang ini tidak melihat latar belakang para korban.
Baca juga: Sederet Catatan LPSK untuk Calon Kapolri, Salah Satunya soal Laskar FPI
"Tewasnya 6 laskar FPI ini jangan dilihat dia FPI-nya, tapi dia adalah warga bangsa yang harus dilindungi. Konstitusi kita mengatakan itu, apapun agamanya apapun aliranya poltiknya dan sebagainya itu harus kita usut secara tuntas. Karena ini anak bangsa, yang punya masa depan," tandasnya. Baca juga: Sejumlah Akun Resmi Kepolisian Sanjung Bareskrim Polri Jadi Trending Topic
Untuk itu Kapolri yang baru harus bisa meresapi dasar filosofi Polri yang menjadi pengayom dan pelindung masyarakat tanpa terkecuali. "Jadi ketikan ditanya (harapan) kepada Kapolri baru itu jelas, Presidium Alumni 212 ini adalah membela terhadap orang-orang yang teraniaya hak-haknya secara pribadi, sebagai manusia sebagai warga bangsa, makanya sejak awal kita turun ke Komnas HAM itu bagaimana membela ulama dan aktivis yang dikriminalisasi," jelasnya.
Baca juga : Diganjar Kartu Merah Pertama dalam Karier Barcelona, Messi Terancam Sanksi Berat
Baca juga: Sederet Catatan LPSK untuk Calon Kapolri, Salah Satunya soal Laskar FPI
"Tewasnya 6 laskar FPI ini jangan dilihat dia FPI-nya, tapi dia adalah warga bangsa yang harus dilindungi. Konstitusi kita mengatakan itu, apapun agamanya apapun aliranya poltiknya dan sebagainya itu harus kita usut secara tuntas. Karena ini anak bangsa, yang punya masa depan," tandasnya. Baca juga: Sejumlah Akun Resmi Kepolisian Sanjung Bareskrim Polri Jadi Trending Topic
Untuk itu Kapolri yang baru harus bisa meresapi dasar filosofi Polri yang menjadi pengayom dan pelindung masyarakat tanpa terkecuali. "Jadi ketikan ditanya (harapan) kepada Kapolri baru itu jelas, Presidium Alumni 212 ini adalah membela terhadap orang-orang yang teraniaya hak-haknya secara pribadi, sebagai manusia sebagai warga bangsa, makanya sejak awal kita turun ke Komnas HAM itu bagaimana membela ulama dan aktivis yang dikriminalisasi," jelasnya.
Baca juga : Diganjar Kartu Merah Pertama dalam Karier Barcelona, Messi Terancam Sanksi Berat
(poe)
Lihat Juga :