JK Sebut Masalah Strategis Saat Ini Adalah Pandemi Covid-19
Senin, 28 Desember 2020 - 00:13 WIB
Ketua Dewan Etik Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), M Jusuf Kalla. Foto: Raka Dwi Novianto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Dewan Etik Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), M Jusuf Kalla mengungkapkan, saat ini masalah strategis yang dihadapi Indonesia adalah pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19, kata Jusuf Kalla, menjadi sumber masalah baik dari sisi ekonomi, politik hingga sosial.
"Masalahnya jadi kalau hari ini masalah strategis yang semua sumber masalah ialah pandemi ini. Jadi upaya kita semua mengatasinya itulah masalah nasional ini," ujar Jusuf Kalla dalam diskusi bertajuk Masalah Strategis Kebangsaan dan Solusinya, secara virtual, Minggu (27/12/2020). (Baca juga: JK Ungkap Indonesia Lebih Aman daripada Negara Islam Lain )
Karena, kata JK sapaan akrabnya, Covid-19 mengakibatkan masalah ekonomi di Indonesia hingga defisit. Menurutnya, defisit yang hampir mencapai atau lebih dari Rp500 triliun itu dalam sejarah ekonomi di Indonesia merupakan defisit tertinggi.
"Itulah menyebabkan banyak masalah. Masalah berikutnya nanti ialah bisa-bisa 30-40% daripada anggaran kita berikutnya hanya membayar bunga dn menyicil hutang itu yang kita hadapi. Tapi kalau kita bicara tentang sebabnya mari kita bersama-sama mengatasinya dengan kedisplinan," ungkapnya.
"Masalahnya jadi kalau hari ini masalah strategis yang semua sumber masalah ialah pandemi ini. Jadi upaya kita semua mengatasinya itulah masalah nasional ini," ujar Jusuf Kalla dalam diskusi bertajuk Masalah Strategis Kebangsaan dan Solusinya, secara virtual, Minggu (27/12/2020). (Baca juga: JK Ungkap Indonesia Lebih Aman daripada Negara Islam Lain )
Karena, kata JK sapaan akrabnya, Covid-19 mengakibatkan masalah ekonomi di Indonesia hingga defisit. Menurutnya, defisit yang hampir mencapai atau lebih dari Rp500 triliun itu dalam sejarah ekonomi di Indonesia merupakan defisit tertinggi.
"Itulah menyebabkan banyak masalah. Masalah berikutnya nanti ialah bisa-bisa 30-40% daripada anggaran kita berikutnya hanya membayar bunga dn menyicil hutang itu yang kita hadapi. Tapi kalau kita bicara tentang sebabnya mari kita bersama-sama mengatasinya dengan kedisplinan," ungkapnya.
Lihat Juga :