Generasi Muda Bisa Manfaatkan Teknologi untuk Merawat Kemajemukan

Selasa, 01 Desember 2020 - 16:34 WIB
Dalam kegiatan yang sama, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo memaparkan, dalam era digital, keragaman bisa berpotensi menjadi salah satu masalah utama. Padahal, bangsa Indonesia yang memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi seharusnya dapat berdampingan dengan perbedaan tersebut.

"Saat ini mudah menjamur melalui media sosial yang dimana banyak masyarakat yang kehilangan budaya kritis dan mengkonsumsi semua informasi salah yang masuk tanpa filtrasi," ujar Benny.

(Baca juga: Menag: Kerukunan di Indonesia Hasil Kerja Keras Semua Elemen ).

Apalagi isu atau gerakan radikalisme masih terus muncul di tengah kehidupan berbangsa saat ini. Paham tersebut dinilai berbahaya karena memaksakan kebenaran satu pihak dan yang lain. Bahkan, radikalisme itu berpadu dengan aksi teror yang mengancam dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Radikalisme adalah ancaman yang memaksakan kebenaran absolut dalam tafsir tunggal yang memaksakan kebenaran dirinya serta yang lain salah. Ini harus dilawan dengan kayakinan yaitu ideologi Pancasila ," tegas Benny.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!