Prihatin dengan Kondisi Sekarang, Gus AMI Bacakan Puisi WS Rendra

Sabtu, 07 November 2020 - 20:35 WIB
mengolah pencernaan,

minum teh poci,

menatap pohon-pohon

dari jendela yang terbuka.

Segala macam salah ucap

bisa dibetulkan dan diterangkan.

Tetapi kalau senjata salah bicara

luka yang timbul panjang buntutnya.

Dan bila akibatnya hilang nyawa

bagaimana akan membetulkannya?

Inilah saatnya

duduk bersama dan bicara.

Saling menghargai nyawa manusia.

Sadar akan rekaman perbuatan

di dalam buku kalbu

dan ingatan alam akhirat.

Ahimsa,

tanpa kekerasan menjaga martabat bersama.

Anekanta,

memahami dan menghayati

keanekaan dalam kehidupan

bagaikan keanekaan di dalam alam.

Menerima hidup bersama
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!