Pilpres, Pembelahan Politik Masyarakat AS Dinilai Kian Memprihatinkan

Kamis, 05 November 2020 - 00:59 WIB
"Hal itu menunjukkan, kontroversi, impeachment politik dan kepongahan pemimpin, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19 yang kedodoran, tidak mengubah arah perilaku politik masyarakat Amerika Serikat," katanya.

Trump kata Umam, masih mampu secara kompetitif mempertahankan basis pemilih loyalnya, ditambah dengan kepentingan dunia bisnis yang menghendaki calon dari Partai Republik karena diharapkan tidak mengubah kebijakan pajak dan dunia bisnis yang telah mereka nikmati selama 4 tahun terakhir.

Menurutnya, kualitas demokrasi AS yang semakin kurang sehat itu berpotensi menjalar ke negara-negara berkembang yang sedang berjuang melakukan konsolidasi demokrasi di negara masing-masing.

"Perang opini yang didasarkan pada hate speech, fake news hingga eksploitasi politik identitas berpotensi memunculkan instabilitas politik dan keamanan yang tidak produktif bagi proses recovery ekonomi global di masa pandemi. Terlebih lagi, terkait dengan dinamika Islam, hal ini menjadi ancaman yang semakin mengkhawatirkan," pungkas Umam.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!