Abdul Mu’ti: Muslim Indonesia Tidak Ragukan Pancasila
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Abdul Mu’ti: Muslim Indonesia Tidak Ragukan Pancasila
JAKARTA - Pancasila merupakan perpaduan nilai-nilai yang diambil dari agama, nilai universal masyarakat lokal, dan nilai universal dunia. Perpaduan nilai-nilai ini membuat Pancasila bisa diterima sebagai ideologi negara dan masyarakat Indonesia.
“Muslim Indonesia tidak meragukan Pancasila karena nilai-nilai universalnya. Karena nilai-nilai Pancasila juga diturunkan dari Islam,” ungkap Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.
Hal ini disampaikan Abdul Mu’ti dalam seminar internasional bertajuk “Islam Rahmatan Lil Alamin, Pancasila and Commission on Unalienable Rights: Safeguarding and Strengthening a Rules-Based International Order in the 21st Century Founded upon Shared Civilizational Values” yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam rangka peringati hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda yang digelar baik secara luring maupun daring pada Rabu (28/10/2020).
Penerimaan Muslim Indonesia atas Pancasila membuat Indonesia menjadi negara yang unik. Meski berpenduduk mayoritas Muslim, Islam tidak dijadikan sebagai dasar negara.
“Pancasila bukanlah ideologi Islam, tapi tidak bertentangan dengan Islam. Kedudukan Pancasila seperti inilah yang disebut oleh sebagian pengamat sebagai ideologi negara yang religious,” tambah Abdul Mu’ti.
Menurut Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan ini, rincian nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam bisa ditemui dalam batang tubuh UUD 1945 yang menekankan hak, kebebasan sekaligus tanggung jawab warga negara.
“Muslim Indonesia tidak meragukan Pancasila karena nilai-nilai universalnya. Karena nilai-nilai Pancasila juga diturunkan dari Islam,” ungkap Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.
Hal ini disampaikan Abdul Mu’ti dalam seminar internasional bertajuk “Islam Rahmatan Lil Alamin, Pancasila and Commission on Unalienable Rights: Safeguarding and Strengthening a Rules-Based International Order in the 21st Century Founded upon Shared Civilizational Values” yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam rangka peringati hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda yang digelar baik secara luring maupun daring pada Rabu (28/10/2020).
Penerimaan Muslim Indonesia atas Pancasila membuat Indonesia menjadi negara yang unik. Meski berpenduduk mayoritas Muslim, Islam tidak dijadikan sebagai dasar negara.
“Pancasila bukanlah ideologi Islam, tapi tidak bertentangan dengan Islam. Kedudukan Pancasila seperti inilah yang disebut oleh sebagian pengamat sebagai ideologi negara yang religious,” tambah Abdul Mu’ti.
Menurut Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan ini, rincian nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam bisa ditemui dalam batang tubuh UUD 1945 yang menekankan hak, kebebasan sekaligus tanggung jawab warga negara.
Lihat Juga :