Hari Santri, PBNU Ajak Santri Berdoa Indonesia Segera Bebas Pandemi
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:07 WIB
Malam ini PBNU menggelar doa bersama yang akan diikuti pengurus wilayah, cabang, hingga pondok pesantren di seluruh Indonesia. Foto/ist
JAKARTA - Perayaan Hari Santri Nasional 2020 berlangsung di tengah pandemi Covid-19 . Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Robikin Emhas mengatakan, Hari Santri harus disyukuri dan dirayakan. Namun, karena saat ini situasi pandemi, PBNU sejak awal menginstruksikan agar perayaan Hari Santri cukup diisi dengan kegiatan-kegiatan terukur dan terbatas sesuai protokol kesehatan.
"Dalam kaitan ini, kami mengajak seluruh santri Indonesia untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT agar bangsa ini diberi kemudahan dan kekuatan agar bisa segera mengendalikan pandemi Covid-19 ini. Agar warga dunia pada umumnya dijauhkan dari segala bentuk bala, wabah, dan musibah kemanusiaan," ujar Robikin, Kamis (22/1/2020).
(Baca: Pesan Imam Besar Masjid Istiqlal, Santri Harus Ikut Lawan Pandemi Corona)
Karena itu, kata Robikin, malam ini, PBNU secara daring dan serentak menggelar doa bersama yang akan diikuti Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, hingga Anak Ranting NU di seluruh Indonesia. Termasuk di dalamnya pengurus lembaga-lembaga, Badan Otonom, dan pondok-pondok pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU.
"Dalam kaitan ini, kami mengajak seluruh santri Indonesia untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT agar bangsa ini diberi kemudahan dan kekuatan agar bisa segera mengendalikan pandemi Covid-19 ini. Agar warga dunia pada umumnya dijauhkan dari segala bentuk bala, wabah, dan musibah kemanusiaan," ujar Robikin, Kamis (22/1/2020).
(Baca: Pesan Imam Besar Masjid Istiqlal, Santri Harus Ikut Lawan Pandemi Corona)
Karena itu, kata Robikin, malam ini, PBNU secara daring dan serentak menggelar doa bersama yang akan diikuti Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, hingga Anak Ranting NU di seluruh Indonesia. Termasuk di dalamnya pengurus lembaga-lembaga, Badan Otonom, dan pondok-pondok pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU.
Lihat Juga :