Pedemo UU Ciptaker Mayoritas Milenial, Kinerja Stafsus Dipertanyakan
Selasa, 13 Oktober 2020 - 18:09 WIB
Massa aksi tanpa atribut berlari menghindari gas air mata yang ditembakkan oleh polisi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Mereka berdemo menolak UU Cipta Kerja. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Aksi demonstrasi yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja mayoritas kalangan milenial. Staf khusus (stafsus) milenial dinilai semestinya bisa membantu Presiden Joko Widodo meredam aksi demonstrasi.
Koordinator Relawan Merah Hati, Hendri Kurniawan mempertanyakan kinerja stafsus milenial tidak bekerja dan tak ada karya hingga terjadinya demo rusuh UU Cipta Kerja. "Stafsus milenial tidak membantu Jokowi dalam hal demonstrasi UU Cipta Kerja. Padahal background mereka aktivis dan anak konglomerat," kata Hendri Selasa (13/10/2020).
Kerusuhan demo UU Cipta Kerja, kata dia, sebenarnya bisa diminimalisasi oleh stafsus milenial dengan sosialisasi dan meluruskan berita bohong atau hoaks kepada kelompok pemuda. Apalagi, kebanyakan milenial yang berdemonstrasi juga tidak memahami atau membaca seluruh isi UU Cipta Kerja.
"Masa pandemi seperti ini mereka juga tidak terlihat karya dan kerjanya. Karya mereka cuma mendapatkan proyek Prakerja dan bikin gaduh," sesal hendri. (Baca juga: DPR Pastikan Besok Kirim Naskah Final UU Cipta Kerja ke Presiden )
Koordinator Relawan Merah Hati, Hendri Kurniawan mempertanyakan kinerja stafsus milenial tidak bekerja dan tak ada karya hingga terjadinya demo rusuh UU Cipta Kerja. "Stafsus milenial tidak membantu Jokowi dalam hal demonstrasi UU Cipta Kerja. Padahal background mereka aktivis dan anak konglomerat," kata Hendri Selasa (13/10/2020).
Kerusuhan demo UU Cipta Kerja, kata dia, sebenarnya bisa diminimalisasi oleh stafsus milenial dengan sosialisasi dan meluruskan berita bohong atau hoaks kepada kelompok pemuda. Apalagi, kebanyakan milenial yang berdemonstrasi juga tidak memahami atau membaca seluruh isi UU Cipta Kerja.
"Masa pandemi seperti ini mereka juga tidak terlihat karya dan kerjanya. Karya mereka cuma mendapatkan proyek Prakerja dan bikin gaduh," sesal hendri. (Baca juga: DPR Pastikan Besok Kirim Naskah Final UU Cipta Kerja ke Presiden )
Lihat Juga :