Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Minggu, 26 Juli 2026 - 19:05 WIB
Meneruskan komitmen tersebut, tahun ini Kemenhut menargetkan rehabilitasi pada lebih dari 17.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia melalui kolaborasi lintas mitra pembangunan. Mulai dari Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Forest Programme VI, Japan International Cooperation Agency (JICA), hingga Nature-based Solutions for Climate-Smart Livelihoods in Mangrove Landscapes (Nasclim).
Tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, program rehabilitasi dan perlindungan kawasan hutan mangrove ini terbukti memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir. Dukungan kolaboratif ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 64.386 orang.
Juga mendukung lahirnya 63 Peraturan Desa tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta menyalurkan hibah usaha masyarakat sebesar Rp16,29 miliar. ”Ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove mampu memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung," katanya.
Atas dasar itulah, Wamenhut menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi pondasi keberlanjutan ekosistem mangrove ke depan. "Oleh karena itu, komitmen, kolaborasi, dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam melestarikan ekosistem mangrove," ujarnya.
Ketua Umum APHI Soewarso menyambut baik penguatan kolaborasi pemerintah dalam pengelolaan mangrove. Menurut dia, luasnya ekosistem mangrove yang berada di kawasan hutan menunjukkan pentingnya kebijakan kehutanan dalam memastikan perlindungan, rehabilitasi, dan pemanfaatannya dilakukan secara berkelanjutan.
Tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, program rehabilitasi dan perlindungan kawasan hutan mangrove ini terbukti memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir. Dukungan kolaboratif ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 64.386 orang.
Juga mendukung lahirnya 63 Peraturan Desa tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta menyalurkan hibah usaha masyarakat sebesar Rp16,29 miliar. ”Ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove mampu memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung," katanya.
Atas dasar itulah, Wamenhut menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi pondasi keberlanjutan ekosistem mangrove ke depan. "Oleh karena itu, komitmen, kolaborasi, dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam melestarikan ekosistem mangrove," ujarnya.
Ketua Umum APHI Soewarso menyambut baik penguatan kolaborasi pemerintah dalam pengelolaan mangrove. Menurut dia, luasnya ekosistem mangrove yang berada di kawasan hutan menunjukkan pentingnya kebijakan kehutanan dalam memastikan perlindungan, rehabilitasi, dan pemanfaatannya dilakukan secara berkelanjutan.
Lihat Juga :