Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Kamis, 23 Juli 2026 - 15:00 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menepis penggunaan jet pribadi saat kunjungan kerja ke Indonesia timur. Foto/istimewa
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menepis anggapan dirinya menggunakan private jet untuk kunjungan kerja (kunker) ke Indonesia Timur. Dody menyebut, pesawat yang digunakannya merupakan pesawat milik negara yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bukan pesawat sewaan pribadi.
“Bukan, itu adalah pesawat milik negara yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan,” kata Dody Kamis, (23/7/2026).
Dody menjelaskan, penggunaan pesawat nonkomersial dilakukan karena padatnya agenda kerja yang mengharuskannya berpindah dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu singkat.
Baca juga: Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
“Kalau saya mendarat di bandara komersial itu lebih karena waktu. Banyak kesibukan di kantor pusat Jakarta, sehingga saya baru bisa berangkat di luar jadwal resmi penerbangan komersial,” ujarnya.
Menurut Dody, dalam satu hari dirinya bisa mengunjungi dua hingga tiga provinsi atau beberapa kabupaten untuk memantau proyek infrastruktur. "Dalam satu hari saya bisa berpindah dua sampai tiga provinsi, bisa berpindah dua sampai tiga kabupaten. Makanya perlu menggunakan penerbangan nonkomersial,” ucap Dody.
“Bukan, itu adalah pesawat milik negara yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan,” kata Dody Kamis, (23/7/2026).
Dody menjelaskan, penggunaan pesawat nonkomersial dilakukan karena padatnya agenda kerja yang mengharuskannya berpindah dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu singkat.
Baca juga: Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
“Kalau saya mendarat di bandara komersial itu lebih karena waktu. Banyak kesibukan di kantor pusat Jakarta, sehingga saya baru bisa berangkat di luar jadwal resmi penerbangan komersial,” ujarnya.
Menurut Dody, dalam satu hari dirinya bisa mengunjungi dua hingga tiga provinsi atau beberapa kabupaten untuk memantau proyek infrastruktur. "Dalam satu hari saya bisa berpindah dua sampai tiga provinsi, bisa berpindah dua sampai tiga kabupaten. Makanya perlu menggunakan penerbangan nonkomersial,” ucap Dody.
Lihat Juga :