Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India

Sabtu, 04 Juli 2026 - 10:53 WIB
Eko Ernada, Pengurus Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI serta Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember / Wakil Rektor UNU Kaltim. Foto/SIndoNews
Eko Ernada

Pengurus Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI serta Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember / Wakil Rektor UNU Kaltim



RENCANA kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia seharusnya tidak hanya dilihat sebagai agenda diplomatik biasa. Di tengah meningkatnya peran India dalam ekonomi dan geopolitik global, kunjungan tersebut juga menghadirkan ruang refleksi mengenai salah satu fondasi terpenting yang selama ini membuat India dihormati dunia: komitmennya terhadap pluralisme.

Hari ini India adalah salah satu kekuatan yang paling diperhitungkan di dunia. Dengan populasi terbesar di dunia, pertumbuhan ekonomi yang kuat, kapasitas teknologi yang terus berkembang, serta pengaruh diplomatik yang semakin luas, India tampil sebagai aktor utama dalam percaturan internasional abad ke-21. Banyak negara, termasuk Indonesia, memandang India sebagai mitra strategis yang semakin penting.

Namun di balik keberhasilan tersebut, terdapat perkembangan yang menimbulkan kegelisahan di berbagai kalangan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai laporan lembaga internasional, kelompok pemantau kebebasan beragama, dan organisasi hak asasi manusia menyoroti meningkatnya polarisasi berbasis agama serta berbagai insiden yang menyasar komunitas Muslim di India.

Berbagai laporan pemantauan juga menunjukkan peningkatan ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas dalam ruang publik. Terlepas dari perdebatan mengenai metodologi dan interpretasi data tersebut, satu hal yang sulit dibantah adalah bahwa isu perlindungan minoritas kini menjadi bagian dari percakapan global mengenai masa depan demokrasi India.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!