Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:30 WIB
Diksi tersebut adalah satir. Rocky sibuk menghakimi diksi satir itu. Padahal diksi satir itu otoritas pembuat satir. Ketika Tiyo menyebutkan diksi tersebut adalah bagian dari cerita dalam satir tersebut. Tiyo saat itu bercerita tentang kucing yang sakit luka yang lukanya diobati tetapi kucing itu justru marah mencakarya, kucing tidak mampu memahami bahwa obat tersebut akan menyembuhkanya, kucing terus menerus mencakar, lalu Tiyo diakhir cerita memberinama kucing itu 'Prabodoh Subiyantolol'.
Diksi satir simbolik itu biasa dalam sastra kritis dan ia memiliki ruang merdeka untuk disampaikan, apalagi di tengah situasi sosial politik yang penuh represi terhadap kritik. Tiyo tidak menyebutkan kucing itu bernama Prabowo Subianto.
Lihat video: Tiyo Diancam Hukuman, Bung Ray: Bukan Orang yang Berfikir Jangan Dihukum
”Saya kira saya perlu mengutip pandangan M. H. Abrams untuk mengkritik Rocky Gerung. Abrams adalah kritikus sastra legendaris yang menulis buku berjudul A Glossary of Literary Terms. Ia mendefinisikan satire sebagai the literary art of diminishing or derogating a subject by making it ridiculous and evoking toward it attitudes of amusement, contempt, scorn or indignation,” ujarnya.
Diksi satir simbolik itu biasa dalam sastra kritis dan ia memiliki ruang merdeka untuk disampaikan, apalagi di tengah situasi sosial politik yang penuh represi terhadap kritik. Tiyo tidak menyebutkan kucing itu bernama Prabowo Subianto.
Lihat video: Tiyo Diancam Hukuman, Bung Ray: Bukan Orang yang Berfikir Jangan Dihukum
”Saya kira saya perlu mengutip pandangan M. H. Abrams untuk mengkritik Rocky Gerung. Abrams adalah kritikus sastra legendaris yang menulis buku berjudul A Glossary of Literary Terms. Ia mendefinisikan satire sebagai the literary art of diminishing or derogating a subject by making it ridiculous and evoking toward it attitudes of amusement, contempt, scorn or indignation,” ujarnya.
Lihat Juga :