Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Jum'at, 19 Juni 2026 - 08:06 WIB
Baca juga: Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Dengan begitu, sambungnya, ketika satu koalisi partai menang dalam pemilu maka koalisi partai langsung menjadi oposan di parlemen dengan membentuk kabinet bayangan. Ia berkata, kedua kubu itu dipisahkan oleh siatem dan garis ideologi yang jelas dan tegas.
Menurut Deddy, Indonesia menganut sistem presidensial yang mana basis ideologi hampir seragam, Pancasila. Menurutnya, perbedaan ideologi hanya bersikap kebijakan derivatif. Untuk itu, ia menilai, fungsi oposisi dalam konteks parlementer berpindah menjadi fungsi checks and balances oleh DPR.
Kondisi ini dinilai sama seperti di Amerika Serikat (AS) yang tidak mengenal terminologi oposisi formal dan berbeda dengan Inggris yang murni sistem parlementerian.
"Jadi politik di Indonesia relatif tidak mengenal koalisi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan apalagi oposisi yang merupakan keharusan di sistem parlementer. Apakah Jazilul paham urusan ini atau tidak, kalau paham dia mestinya tidak ngomong begitu," ujar Deddy.
Terlepas dari itu, Deddy menegaskan, posisi PDIP sudah tegas berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang kekuasaan.
"Kenapa perlu menjadi penyeimbang, karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai-partai yamg masuk dalam pemerintahan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?" ujar Deddy.
Dengan begitu, sambungnya, ketika satu koalisi partai menang dalam pemilu maka koalisi partai langsung menjadi oposan di parlemen dengan membentuk kabinet bayangan. Ia berkata, kedua kubu itu dipisahkan oleh siatem dan garis ideologi yang jelas dan tegas.
Menurut Deddy, Indonesia menganut sistem presidensial yang mana basis ideologi hampir seragam, Pancasila. Menurutnya, perbedaan ideologi hanya bersikap kebijakan derivatif. Untuk itu, ia menilai, fungsi oposisi dalam konteks parlementer berpindah menjadi fungsi checks and balances oleh DPR.
Kondisi ini dinilai sama seperti di Amerika Serikat (AS) yang tidak mengenal terminologi oposisi formal dan berbeda dengan Inggris yang murni sistem parlementerian.
"Jadi politik di Indonesia relatif tidak mengenal koalisi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan apalagi oposisi yang merupakan keharusan di sistem parlementer. Apakah Jazilul paham urusan ini atau tidak, kalau paham dia mestinya tidak ngomong begitu," ujar Deddy.
Terlepas dari itu, Deddy menegaskan, posisi PDIP sudah tegas berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang kekuasaan.
"Kenapa perlu menjadi penyeimbang, karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai-partai yamg masuk dalam pemerintahan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?" ujar Deddy.
Lihat Juga :