Marak Pabrik Rumahan Pembuat Vape Narkoba, Sahroni: Polisi dan BNN Harus Jeli Ungkap Sindikatnya!
Selasa, 05 Mei 2026 - 12:35 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa
JAKARTA - Kinerja Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik Clandestine Lab untuk pembuatan Cartridge Vape yang mengandung narkoba golongan II jenis Etomidate di Taman Sari, Jakarta Barat menuai apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Politikus NasDem itu pun meminta Polri-BNN berkolaborasi memberantas modus narkoba vape ini, karena dinilai lebih mudah dibuat.
“Saya minta Polri bersinergi penuh dengan BNN untuk memberantas pola baru peredaran narkoba lewat medium vape ini," ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
"Dari kasus ini terlihat bahwa memproduksi narkotika model begini tidak butuh jaringan besar, tidak butuh alat rumit, bahkan bisa dilakukan oleh sedikit orang. Artinya, barrier penyalahgunaan narkoba ini makin tipis dan makin berbahaya,” sambungnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Lab Vape Narkoba di Jakbar, 1 Orang Ditangkap
Ia menegaskan, pola seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kasus biasa karena berpotensi ditiru oleh banyak pihak lain jika tidak ditangani secara masif dan sistematis. “Kalau pola ini tidak diputus sekarang, ke depan bisa makin banyak ‘pabrik-pabrik kecil’ narkoba model begini bermunculan," tuturnya.
“Saya minta Polri bersinergi penuh dengan BNN untuk memberantas pola baru peredaran narkoba lewat medium vape ini," ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
"Dari kasus ini terlihat bahwa memproduksi narkotika model begini tidak butuh jaringan besar, tidak butuh alat rumit, bahkan bisa dilakukan oleh sedikit orang. Artinya, barrier penyalahgunaan narkoba ini makin tipis dan makin berbahaya,” sambungnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Lab Vape Narkoba di Jakbar, 1 Orang Ditangkap
Ia menegaskan, pola seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kasus biasa karena berpotensi ditiru oleh banyak pihak lain jika tidak ditangani secara masif dan sistematis. “Kalau pola ini tidak diputus sekarang, ke depan bisa makin banyak ‘pabrik-pabrik kecil’ narkoba model begini bermunculan," tuturnya.