Rocky Gerung: Mahfud MD Seperti Cacing Kepanasan di Dalam Istana
Minggu, 20 September 2020 - 07:36 WIB
Rocky Gerung. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Polhukam Mahfud MD belum lama ini memberikan pernyataan bahwa kesan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia sangat buruk. Bahkan dia selaku menteri dan presiden sekali pun tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kesan buruk tersebut sebagai akibat dari problem moral personal.
Buntut dari pernyataan itu, Mahfud sempat terlibat ketegangan dengan Presiden PKS M Sohibul Iman di twitter. Tanggapan Iman atas kalimat "tidak bisa berbuat apa-apa" langsung dibalas Mahfud dengan jawaban menyerang. Mahfud mengatakan bahkan partai dakwah dengan presiden sehebat Iman pun tak bisa berbuat apa-apa. (Baca juga : Darurat Covid-19, PBNU Minta Pilkada Serentak Ditunda )
"Nyatanya partai dakwah ikut mengkontribusi kondisi ini, buktinya ikut mengirim wakilnya di penjara. Itu karena tak bisa ngapa-ngapain kan?" cuit Mahfud.
Pengamat sosial politik Rocky Gerung menilai pernyataan Mahfud itu mirip dengan apa yang ditulis Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky dalam Crime and Punisment. Dalam novel itu, Dostoyevsky mengungkapkan problem moral seseorang yang berbuat kejahatan.
(Baca: Din Syamsuddin, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia)
Sang pelaku menganggap bahwa kejahatan yang diperbuatnya adalah bagian langsung untuk menghasilkan dunia baru yang lebih baik. Dengan kata lain, ada justifikasi terhadap kejahatan yang dilakukan. ”Menganggap kejahatan adalah bagian untuk menghasilkan sesuatu yang hebat,” ujar Rocky melalui video berjudul Mahfud MD Bersiap di Pintu Darurat yang diunggah di Youtube, Sabtu (19/9/2020).
Buntut dari pernyataan itu, Mahfud sempat terlibat ketegangan dengan Presiden PKS M Sohibul Iman di twitter. Tanggapan Iman atas kalimat "tidak bisa berbuat apa-apa" langsung dibalas Mahfud dengan jawaban menyerang. Mahfud mengatakan bahkan partai dakwah dengan presiden sehebat Iman pun tak bisa berbuat apa-apa. (Baca juga : Darurat Covid-19, PBNU Minta Pilkada Serentak Ditunda )
"Nyatanya partai dakwah ikut mengkontribusi kondisi ini, buktinya ikut mengirim wakilnya di penjara. Itu karena tak bisa ngapa-ngapain kan?" cuit Mahfud.
Pengamat sosial politik Rocky Gerung menilai pernyataan Mahfud itu mirip dengan apa yang ditulis Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky dalam Crime and Punisment. Dalam novel itu, Dostoyevsky mengungkapkan problem moral seseorang yang berbuat kejahatan.
(Baca: Din Syamsuddin, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia)
Sang pelaku menganggap bahwa kejahatan yang diperbuatnya adalah bagian langsung untuk menghasilkan dunia baru yang lebih baik. Dengan kata lain, ada justifikasi terhadap kejahatan yang dilakukan. ”Menganggap kejahatan adalah bagian untuk menghasilkan sesuatu yang hebat,” ujar Rocky melalui video berjudul Mahfud MD Bersiap di Pintu Darurat yang diunggah di Youtube, Sabtu (19/9/2020).
Lihat Juga :