Sinergi BRIN dan UAG University Dorong Transformasi Manajemen Talenta Riset Nasional
Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:04 WIB
Prof. Ary juga menyoroti tantangan hilirisasi inovasi pada sektor pangan, energi, dan air sebagaimana menjadi prioritas nasional. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, tertinggal dari Malaysia (2.300 peneliti) dan Korea Selatan (4.000 peneliti), sementara target Indonesia Emas menuntut ketersediaan 4.000 talenta IPTEK per satu juta penduduk.
Sebagai solusi, UAG University menghadirkan program Manajemen Talenta berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui platform TalentDNA untuk memetakan potensi dan karakter peneliti secara presisi, sehingga penempatan dan pengembangan talenta riset menjadi lebih efektif.
“Kami memimpikan BRIN pada tahun 2030 bertransformasi menjadi lokomotif riset Indonesia dan powerhouse yang mendorong hilirisasi inovasi secara masif,” tambah Prof. Ary.
Kepala BRIN, Prof. Arif Satria menyampaikan apresiasi atas dukungan UAG University dalam penguatan manajemen talenta. Menurutnya, kemampuan mengelola talenta menjadi kunci untuk melahirkan periset yang unggul, berdedikasi, dan berintegritas.
“Kita membutuhkan periset kelas dunia yang karyanya membawa kemajuan nyata. Manajemen talenta adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas human capital di BRIN,” tegas Prof. Arif Satria.
Sebagai solusi, UAG University menghadirkan program Manajemen Talenta berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui platform TalentDNA untuk memetakan potensi dan karakter peneliti secara presisi, sehingga penempatan dan pengembangan talenta riset menjadi lebih efektif.
“Kami memimpikan BRIN pada tahun 2030 bertransformasi menjadi lokomotif riset Indonesia dan powerhouse yang mendorong hilirisasi inovasi secara masif,” tambah Prof. Ary.
Kepala BRIN, Prof. Arif Satria menyampaikan apresiasi atas dukungan UAG University dalam penguatan manajemen talenta. Menurutnya, kemampuan mengelola talenta menjadi kunci untuk melahirkan periset yang unggul, berdedikasi, dan berintegritas.
“Kita membutuhkan periset kelas dunia yang karyanya membawa kemajuan nyata. Manajemen talenta adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas human capital di BRIN,” tegas Prof. Arif Satria.
Lihat Juga :