Aria Bima Bilang WFH 1 Hari Bukan Solusi Tunggal Hemat BBM
Kamis, 26 Maret 2026 - 17:59 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima menilai konsep work from home (WFH) layak diapresiasi sebagai inisiatif sementara dalam jangka pendek. Foto: Achmad Al Fiqri
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima menilai konsep work from home (WFH) layak diapresiasi sebagai inisiatif sementara dalam jangka pendek. Tetapi, menurut dia, kebijakan WFH satu hari tiap minggu bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pekerja di sektor swasta itu tidak boleh diposisikan sebagai satu-satunya penyelesaian atas masalah kenaikan harga minyak.
Politikus PDIP ini menekankan bahwa program WFH satu hari tiap minggu bagi ASN serta pekerja di sektor swasta seharusnya tidak dijadikan satu-satunya metode untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini wajib menjalani evaluasi mendalam supaya tidak mengganggu kelancaran pelayanan publik.
"Gagasan WFH bukan sesuatu yang baru mengingat fleksibilitas kerja telah diatur secara resmi melalui PermenPAN-RB Nomor 4 Tahun 2025. Sasarannya tetap berfokus pada peningkatan produktivitas lembaga tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat," katanya, Kamis (26/3/2026).
Aria mengatakan bahwa usulan pemerintah ini cukup positif bila diterapkan secara selektif. Ia menilai WFH satu hari per minggu masih masuk akal bagi ASN yang tugasnya bersifat administratif, mengandalkan dokumen digital, atau berada di posisi back office.
Politikus PDIP ini menekankan bahwa program WFH satu hari tiap minggu bagi ASN serta pekerja di sektor swasta seharusnya tidak dijadikan satu-satunya metode untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini wajib menjalani evaluasi mendalam supaya tidak mengganggu kelancaran pelayanan publik.
"Gagasan WFH bukan sesuatu yang baru mengingat fleksibilitas kerja telah diatur secara resmi melalui PermenPAN-RB Nomor 4 Tahun 2025. Sasarannya tetap berfokus pada peningkatan produktivitas lembaga tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat," katanya, Kamis (26/3/2026).
Aria mengatakan bahwa usulan pemerintah ini cukup positif bila diterapkan secara selektif. Ia menilai WFH satu hari per minggu masih masuk akal bagi ASN yang tugasnya bersifat administratif, mengandalkan dokumen digital, atau berada di posisi back office.
Lihat Juga :