Menhaj Ungkap Skenario Haji 2026: Penerbangan via Afrika hingga Pembatalan Haji

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:31 WIB
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mohamad Irfan Yusuf menyampaikan pihaknya telah menyusun dua skenario penting terhadap penyelenggaraan haji 2026. Skenario ini menyusul konflik di kawasan Timur Tengah. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mohamad Irfan Yusuf menyampaikan pihaknya telah menyusun dua skenario penting terhadap penyelenggaraan haji 2026 . Skenario ini menyusul konflik di kawasan Timur Tengah.

Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengungkap dua skenario yang telah disusun di antaranya ibadah haji tetap berangkat di tengah situasi konflik dengan kondisi Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah haji dan Indonesia memutuskan memberangkatkan meski kemungkinan berisiko tinggi.



Baca juga: Haji 2026 Terimbas Perang AS-Israel Vs Iran, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

"Prinsip utama dalam penyusunan skenario tersebut adalah menjaga keselamatan dan keamanan jemaah haji sebagai prioritas tertinggi," ujar Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dengan skenario yang pertama ini, Kemenhaj membuka alternatif rute penerbangan baru dengan menjauhi kawasan konflik di antaranya Irak, Syria, Iran, Israel, UAE, dan Qatar.

Rute penerbangan baru tersebut menggunakan jalur Selatan via Samudra Hindia dan masuk melalui ruang udara Afrika Timur atau jalur aman lainnya. Kementerian Haji dan Umrah juga terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi untuk memastikan keselamatan zona penerbangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!