Siklon Senyar Jadi Alarm Keras bagi Kesiapsiagaan Iklim Indonesia

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:55 WIB
Pendistribusian logistik melalui jembatan darurat yang menghubungkan Jorong kayu Pasak Tengah dan daerah Sikabau Jorong Kayu Pasak Selatan, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Foto/BNPB
JAKARTA - Analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University Sonni Setiawan menilai kondisi cuaca yang memicu banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera serta Aceh bukanlah gejala umum. Menurut dia, peristiwa ini dipengaruhi oleh sistem siklon tropis yang terbentuk sangat dekat dengan garis ekuator, lokasi yang selama ini dianggap aman dari pembentukan siklon .

“Tahun ini agak menarik perhatian para meteorologis karena siklon tropis terjadi di dekat ekuator, bahkan di bawah lintang 5 derajat,” ujar Sonni dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12/2025).



Dia mengungkapkan bahwa siklon tersebut dikenal sebagai Siklon Tropis Senyar. Dalam konteks perubahan iklim yang semakin kompleks, peristiwa Siklon Senyar dinilai menjadi alarm keras bagi kesiapsiagaan iklim Indonesia.

Baca juga: Tiga Siklon Kepung Indonesia, BMKG Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Pemantauan satelit, peningkatan riset meteorologi, dan sistem peringatan dini kini menjadi kebutuhan mendesak. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Siklon Tropis Senyar berasal dari bibit siklon 95B yang kemudian berkembang menjadi siklon tropis dengan kecepatan angin maksimum 43 knot (80 km/jam).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!