Siap Jadi Mediator Konflik PBNU, IKA PMII Dorong Muktamar Bersama
Jum'at, 12 Desember 2025 - 22:01 WIB
"NU ini milik rakyat, milik warga NU, bukan milik satu kelompok kecil. Kami di IKA PMII terpanggil untuk menjadi jembatan rekonsiliasi. Muktamar adalah forum tertinggi dan solusi paling efektif untuk menyelesaikan masalah ini secara bermartabat. Kita siap berkontribusi membersamai PBNU mempersiapkan Muktamar Bersama, agar NU kembali ke khittah perjuangannya dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan," ujar Fathan Subchi.
Fathan menjelaskan IKA PMII memiliki jaringan alumni yang luas, meliputi berbagai sektor pemerintahan, organisasi masyarakat, pesantren, akademisi, hingga sektor swasta. Dengan modal jaringan ini, IKA PMII menyatakan siap menyediakan ruang dialog, fasilitasi komunikasi, dan dukungan teknis maupun moral untuk menjembatani perbedaan yang terjadi di tubuh PBNU saat ini.
"Rekonsiliasi hanya dapat tercapai jika semua pihak sepakat untuk duduk bersama dalam forum yang menjunjung tinggi prinsip kebersamaan dan supremasi AD/ART organisasi," katanya.
Anggota BPK ini menegaskan Muktamar NU Bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum yang harus dirancang secara inklusif, melibatkan perwakilan sah dari seluruh kubu, serta disusun dengan mekanisme yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya dapat diterima semua pihak, tetapi juga mampu memulihkan kepercayaan warga NU di tingkat akar rumput.
"Kami berharap seluruh elemen PBNU dapat menahan diri, tidak memperluas ketegangan, serta memberikan kesempatan bagi mekanisme organisasi untuk bekerja sebagaimana mestinya," katanya.
Fathan menjelaskan IKA PMII memiliki jaringan alumni yang luas, meliputi berbagai sektor pemerintahan, organisasi masyarakat, pesantren, akademisi, hingga sektor swasta. Dengan modal jaringan ini, IKA PMII menyatakan siap menyediakan ruang dialog, fasilitasi komunikasi, dan dukungan teknis maupun moral untuk menjembatani perbedaan yang terjadi di tubuh PBNU saat ini.
"Rekonsiliasi hanya dapat tercapai jika semua pihak sepakat untuk duduk bersama dalam forum yang menjunjung tinggi prinsip kebersamaan dan supremasi AD/ART organisasi," katanya.
Anggota BPK ini menegaskan Muktamar NU Bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum yang harus dirancang secara inklusif, melibatkan perwakilan sah dari seluruh kubu, serta disusun dengan mekanisme yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya dapat diterima semua pihak, tetapi juga mampu memulihkan kepercayaan warga NU di tingkat akar rumput.
"Kami berharap seluruh elemen PBNU dapat menahan diri, tidak memperluas ketegangan, serta memberikan kesempatan bagi mekanisme organisasi untuk bekerja sebagaimana mestinya," katanya.
(abd)
Lihat Juga :