LAN Bangun Ekosistem Terintegrasi untuk Layanan Publik melalui Pendekatan Hexahelix

Sabtu, 06 Desember 2025 - 11:16 WIB
Kepala LAN Muhammad Taufiq menghadiri Seminar dan Launching Buku Referensi Ekosistem Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan secara blended di Aula Prof Agus Dwiyanto, Kantor LAN Veteran, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
JAKARTA - Ratusan inovator di berbagai daerah dihadapkan pada sejumlah hambatan yang tidak lagi bertumpu pada kurangnya ide inovasi atau gagasan melainkan pada persoalan sistemik yang menghambat lahirnya terobosan baru yang berdampak bagi masyarakat.

Hal ini disebabkan beberapa faktor di antaranya fragmentasi kebijakan yang tumpang-tindih, ketergantungan pada sumber pendanaan APBD/APBN, serta budaya risk aversion yang membuat inovasi kerap mandek dan hanya menjadi pemenuhan kewajiban administratif.



Baca juga: Optimalkan Kinerja ASN, LAN Luncurkan SKP Transformasional

Kondisi ini menegaskan bahwa pendekatan parsial tidak lagi memadai dan diperlukan adanya pergeseran menuju pembangunan ekosistem inovasi yang kolaboratif. Dengan begitu, mengalihkan inovasi yang semula hanya dilakukan secara parsial atau ekosistem menuju ekosistem secara kolaboratif lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Hal ini diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq saat memberikan sambutan dalam kegiatan Seminar dan Launching Buku Referensi Ekosistem Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan secara blended di Aula Prof Agus Dwiyanto, Kantor LAN Veteran, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!