Raih Harmony Award, Semarang Jadi Kota Terbaik Pertama Se-Indonesia Kelola Kerukunan Umat Beragama
Sabtu, 29 November 2025 - 10:20 WIB
Menurutnya, penghargaan kinerja terbaik bukanlah sekedar pengakuan atas prestasi, tetapi juga cerminan dari semangat kebersamaan dan kerukunan yang menjadi kekuatan kota Semarang.
"Artinya, kita berhasil menjadikan kebersamaan dan kerukunan dalam keberagaman sebagai identias kota sekaligus membuktikan bahwa harmoni dan toleransi merupakan fondasi untuk mencapai kesuksesan pembangunan yang membawa kota ini menjadi lebih baik," tegasnya.
Wali Kota menuturkan pihaknya senantiasa mengedepankan nilai-nilai toleransi guna menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah keragaman masyarakatnya. Menurutnya, tidak hanya menggelar perayaan keagamaan secara terbuka yang melibatkan partisipasi lintas agama, melainkan juga melalui kebijakan dan program yang mendorong terwujudnya dialog dan pemahaman antar umat beragama, komunikasi lintas sektoral yang intens dengan organisasi keagamaan maupun tokoh-tokoh agama yang terhimpun dalam FKUB, hingga penguatan kelurahan sadar kerukunan.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa nilai dan prinsip toleransi terwujud dalam setiap kebijakan dan program pembangunan. Pemerintah juga terus mendukung masyarakat untuk menjalankan keyakinan agama dan budaya masing-masing sehingga semua warga dapat hidup dengan damai dan merasa dihormati. Jika sudah demikian, program-program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pun dapat berjalan dengan baik," pungkas Agustina.
"Artinya, kita berhasil menjadikan kebersamaan dan kerukunan dalam keberagaman sebagai identias kota sekaligus membuktikan bahwa harmoni dan toleransi merupakan fondasi untuk mencapai kesuksesan pembangunan yang membawa kota ini menjadi lebih baik," tegasnya.
Wali Kota menuturkan pihaknya senantiasa mengedepankan nilai-nilai toleransi guna menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah keragaman masyarakatnya. Menurutnya, tidak hanya menggelar perayaan keagamaan secara terbuka yang melibatkan partisipasi lintas agama, melainkan juga melalui kebijakan dan program yang mendorong terwujudnya dialog dan pemahaman antar umat beragama, komunikasi lintas sektoral yang intens dengan organisasi keagamaan maupun tokoh-tokoh agama yang terhimpun dalam FKUB, hingga penguatan kelurahan sadar kerukunan.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa nilai dan prinsip toleransi terwujud dalam setiap kebijakan dan program pembangunan. Pemerintah juga terus mendukung masyarakat untuk menjalankan keyakinan agama dan budaya masing-masing sehingga semua warga dapat hidup dengan damai dan merasa dihormati. Jika sudah demikian, program-program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pun dapat berjalan dengan baik," pungkas Agustina.
Lihat Juga :