Komisi I DPR Minta Prabowo Berhati-hati Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Jum'at, 21 November 2025 - 09:33 WIB
Komisi I DPR RI meminta Presiden Prabowo Subianto berhati-hati mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Komisi I DPR RI meminta Presiden Prabowo Subianto berhati-hati mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Hal ini lantaran situasi politik di kawasan tersebut masih sangat tidak kondusif dan berpotensi menimbulkan risiko besar bagi Indonesia.
Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh menyoroti pernyataan Israel yang sebelumnya mengindikasikan akan memilih negara mana yang boleh bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Hal itu tidak dapat dibenarkan dan justru menunjukkan adanya potensi intervensi sepihak dari negara penjajah.
Baca juga: Prabowo Minta TNI Siapkan Diri jika Diminta Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza
“Sebagai negara penjajah, Israel seharusnya tidak boleh ikut campur apalagi menentukan negara mana yang bisa bergabung dalam ISF. Ini sangat janggal. Justru selama ini Israel adalah biang masalah di Gaza. Aneh ketika negara penjajah malah dilibatkan dalam pasukan perdamaian,” ujar Oleh, Jumat (21/11/2025).
Dia juga mengingatkan bahwa Israel bisa saja memanfaatkan pembentukan ISF untuk kepentingan politik dan militernya, termasuk untuk menekan atau bahkan memberangus kelompok-kelompok pejuang di Gaza.
“Ada kekhawatiran besar pasukan ISF nantinya dijadikan instrumen untuk menekan pejuang Gaza. Hamas dan kelompok perlawanan Palestina sendiri sudah secara jelas menolak keberadaan pasukan asing di wilayah itu,” katanya.
Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh menyoroti pernyataan Israel yang sebelumnya mengindikasikan akan memilih negara mana yang boleh bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Hal itu tidak dapat dibenarkan dan justru menunjukkan adanya potensi intervensi sepihak dari negara penjajah.
Baca juga: Prabowo Minta TNI Siapkan Diri jika Diminta Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza
“Sebagai negara penjajah, Israel seharusnya tidak boleh ikut campur apalagi menentukan negara mana yang bisa bergabung dalam ISF. Ini sangat janggal. Justru selama ini Israel adalah biang masalah di Gaza. Aneh ketika negara penjajah malah dilibatkan dalam pasukan perdamaian,” ujar Oleh, Jumat (21/11/2025).
Dia juga mengingatkan bahwa Israel bisa saja memanfaatkan pembentukan ISF untuk kepentingan politik dan militernya, termasuk untuk menekan atau bahkan memberangus kelompok-kelompok pejuang di Gaza.
“Ada kekhawatiran besar pasukan ISF nantinya dijadikan instrumen untuk menekan pejuang Gaza. Hamas dan kelompok perlawanan Palestina sendiri sudah secara jelas menolak keberadaan pasukan asing di wilayah itu,” katanya.
Lihat Juga :