Jika Reformasi Polri Dilakukan Internal, Maka Hanya Kosmetik Belaka
Rabu, 01 Oktober 2025 - 10:04 WIB
Pengamat Politik dan Militer Selamat Ginting menilai reformasi kepolisian merupakan isu strategis yang tidak hanya menyangkut kamtibmas, tetapi juga terkait erat dengan konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Pengamat Politik dan Militer Selamat Ginting menilai reformasi kepolisian merupakan isu strategis yang tidak hanya menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga terkait erat dengan konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Jika proses reformasi Polri hanya dikendalikan internal kepolisian, maka perubahan yang terjadi dikhawatirkan hanya bersifat kosmetik.
“Ini tidak bisa dilepaskan dari konsolidasi kekuasaan. Kalau orang sedang mengkonsolidasikan kekuasaan maka jika reformasi polisi dikuasai dalam tanda petik oleh internal kepolisian, perubahan akan cenderung kosmetik belaka,” ujar Selamat dalam program Rakyat Bersuara bertema “Reformasi Polri, Siapa Pegang Kendali?” di iNews, Selasa (30/9/2025).
Baca juga: Pembentukan Komite Reformasi Polri Harus Libatkan Publik
Menurut Selamat, jika masih ada sikap defensif dan keengganan untuk membuka diri di internal kepolisian maka akan tetap menjadi penghalang utama perubahan yang substantif. “Menurut saya ini dianggap kepolisian mempertahankan statusnya quonya, defensif tidak mau kemudian membuka diri,” ungkapnya.
“Ini tidak bisa dilepaskan dari konsolidasi kekuasaan. Kalau orang sedang mengkonsolidasikan kekuasaan maka jika reformasi polisi dikuasai dalam tanda petik oleh internal kepolisian, perubahan akan cenderung kosmetik belaka,” ujar Selamat dalam program Rakyat Bersuara bertema “Reformasi Polri, Siapa Pegang Kendali?” di iNews, Selasa (30/9/2025).
Baca juga: Pembentukan Komite Reformasi Polri Harus Libatkan Publik
Menurut Selamat, jika masih ada sikap defensif dan keengganan untuk membuka diri di internal kepolisian maka akan tetap menjadi penghalang utama perubahan yang substantif. “Menurut saya ini dianggap kepolisian mempertahankan statusnya quonya, defensif tidak mau kemudian membuka diri,” ungkapnya.
Lihat Juga :