Seruan Kesetaraan Gender Menjelang HUT Ke-80 RI

Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:31 WIB
“Bentuk yang paling nyata adalah persepsi bahwa pekerjaan rumah tangga dan perawatan anggota keluarga adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab perempuan. UN Women berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (WEPs), sehingga mendorong kebijakan tempat kerja ramah keluarga sebagai satu cara meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan," ungkapnya.

Merespons tantangan yang ada penting bagi perusahaan untuk menerapkan kebijakan inklusif yang dapat memberikan peluang setara dan menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan perempuan.

Perusahaan yang memperjuangkan kesetaraan gender dan mempromosikan hak perempuan tidak hanya mendorong kemajuan sosial, tetapi juga dapat mengembangkan bisnis dan komunitas di tempat mereka bekerja agar beroperasi lebih inklusif, tangguh, dan sukses.

Koordinator Nasional Aliansi Laki-laki Baru Wawan Suwandi mengingatkan bahwa perubahan menuju kesetaraan tidak bisa dilakukan sendiri oleh perempuan. Baginya dunia kerja yang lebih fleksibel dan rumah tangga yang lebih adil perannya akan membuat laki-laki dan perempuan bisa berkolaborasi lebih sehat.

"Laki-laki juga perlu ruang untuk menjadi ayah, suami, dan individu yang utuh tanpa stigma. Untuk itu, perlu adanya paham untuk menormalisasikan kolaborasi dengan mematahkan stigma seperti hanya ada ibu rumah tangga tapi harusnya adalah rumah tangga bersama,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!