Pembatasan Operasional Truk saat Libur Maulid Nabi Berpotensi Ganggu Pasokan Logistik
Senin, 11 Agustus 2025 - 20:10 WIB
Sementara, persediaan bahan baku untuk pabrik itu tidak boleh terlambat karena mesinnya harus berjalan terus, apalagi jika pabrik itu beroperasinya selama 24 jam. Menurut dia, pembatasan operasional itu hanya akan membuat logistiknya menjadi kacau. “Jadi, planning-nya juga jadi lebih sulit. Pengaturan untuk distribusi barang malah ngaco,” tuturnya.
Baca juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Mei 2025: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Belum lagi, sekolah-sekolah baru saja mulai pengajaran baru yang pasti membuat banyak pengeluaran. “Dalam kondisi seperti itu, masyarakat juga pasti akan berpikirlah untuk tidak menambah pengeluarannya lagi dengan berlibur atau pulang kampung. Mungkin banyak orang malah berpikir untuk menggunakan waktu libur itu untuk istirahat di rumah saja. Jadi, nggak ada urgensinya Kemenhub membatas-batasi truk-truk logistik saat itu,” katanya.
Apalagi, sektor logistik menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. “Jadi, lebih baik Kemenhub membiarkan saja truk-truk logistik itu mengalir secara normal. Saya kira bukan kondisi mendesak kok sehingga harus dilakukan pengaturan pembatasan seperti itu,” ucapnya.
Dia mengutarakan bahwa pembatasan operasional truk-truk sumbu 3 itu lebih berdampak di Jabodetabek dibanding daerah-daerah lain yang tidak terlalu banyak kendala. Hal itu disebabkan pembatasannya ini dilakukan utamanya adalah tol dalam kota, tol jorr, kemudian tol menuju Merak, Bandung, Trans Jawa sampai dengan Kali Kangkung di Semarang.
“Jadi, kalau saran saya, Kemenhub bersama dengan jajarannya, ketika akan melakukan pembatasan itu, yang mendapatkan prioritas untuk dibatasi itu adalah angkutan orang bukan angkutan barang,” ucapnya.
Baca juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Mei 2025: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Belum lagi, sekolah-sekolah baru saja mulai pengajaran baru yang pasti membuat banyak pengeluaran. “Dalam kondisi seperti itu, masyarakat juga pasti akan berpikirlah untuk tidak menambah pengeluarannya lagi dengan berlibur atau pulang kampung. Mungkin banyak orang malah berpikir untuk menggunakan waktu libur itu untuk istirahat di rumah saja. Jadi, nggak ada urgensinya Kemenhub membatas-batasi truk-truk logistik saat itu,” katanya.
Apalagi, sektor logistik menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. “Jadi, lebih baik Kemenhub membiarkan saja truk-truk logistik itu mengalir secara normal. Saya kira bukan kondisi mendesak kok sehingga harus dilakukan pengaturan pembatasan seperti itu,” ucapnya.
Dia mengutarakan bahwa pembatasan operasional truk-truk sumbu 3 itu lebih berdampak di Jabodetabek dibanding daerah-daerah lain yang tidak terlalu banyak kendala. Hal itu disebabkan pembatasannya ini dilakukan utamanya adalah tol dalam kota, tol jorr, kemudian tol menuju Merak, Bandung, Trans Jawa sampai dengan Kali Kangkung di Semarang.
“Jadi, kalau saran saya, Kemenhub bersama dengan jajarannya, ketika akan melakukan pembatasan itu, yang mendapatkan prioritas untuk dibatasi itu adalah angkutan orang bukan angkutan barang,” ucapnya.
Lihat Juga :