Rekening Ustaz Das'ad Latif Diblokir PPATK: Kebijakan Meresahkan!
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 11:10 WIB
Dia bingung mengapa rekeningnya diblokir. Padahal, negara selalu mengajak masyarakat untuk gemar menabung. Bahkan, negara selalu mengiklankan gemar menabung.
“Tapi kenapa diblokir? Namanya menabung disimpan duit, kalau tidak disimpan diambil terus bolak-balik, lebih baik disimpan di dompet. Saya menabung untuk aman dan membantu negara, tapi ternyata saya diblokir. Mudah-mudahan ini hanya terjadi pada diri saya tidak pada masyarakat yang jauh lebih kecil dari saya,” keluhnya.
Dia menyadari niat baik terhadap aksi pemblokiran rekening ini. Namun, Ustaz Das’ad mengkritisi caranya yang tidak elegan.
“Saya berharap pemerintah membuat keputusan yang betul-betul elegan, tidak meresahkan masyarakat dan tidak menyusahkan rakyat kecil,” ucapnya.
Dia berpesan kepada para pejabat terkait untuk betul-betul mengambil kebijakan untuk kemaslahatan umat. Seorang pejabat negara harus betul-betul melayani masyarakat dengan baik.
“Apa gunanya kalian yang sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri digaji oleh negara yang bekerja mengelola keuangan masyarakat, lalu uang masyarakat ini, kebijakan ini justru melahirkan keresahan dan menyusahkan masyarakat,” ungkapnya.
“Tapi kenapa diblokir? Namanya menabung disimpan duit, kalau tidak disimpan diambil terus bolak-balik, lebih baik disimpan di dompet. Saya menabung untuk aman dan membantu negara, tapi ternyata saya diblokir. Mudah-mudahan ini hanya terjadi pada diri saya tidak pada masyarakat yang jauh lebih kecil dari saya,” keluhnya.
Dia menyadari niat baik terhadap aksi pemblokiran rekening ini. Namun, Ustaz Das’ad mengkritisi caranya yang tidak elegan.
“Saya berharap pemerintah membuat keputusan yang betul-betul elegan, tidak meresahkan masyarakat dan tidak menyusahkan rakyat kecil,” ucapnya.
Dia berpesan kepada para pejabat terkait untuk betul-betul mengambil kebijakan untuk kemaslahatan umat. Seorang pejabat negara harus betul-betul melayani masyarakat dengan baik.
“Apa gunanya kalian yang sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri digaji oleh negara yang bekerja mengelola keuangan masyarakat, lalu uang masyarakat ini, kebijakan ini justru melahirkan keresahan dan menyusahkan masyarakat,” ungkapnya.
Lihat Juga :