Perluas Program MBG, Badan Pangan Nasional: Menu Makan Bakal Berbasis Kearifan Lokal
Jum'at, 27 Juni 2025 - 13:58 WIB
Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/istimewa
JAKARTA - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Tujuannya agar dapat melahirkan generasi yang sehat, aktif, dan produktif.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk mewujudkan hal itu pihaknya melakukan pengawasan secara ketat terhadap keamanan pangan segar.
“Dan tentunya membutuhkan asupan pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), dan sumbernya dari pangan lokal. Jadi kalau sumber pangan lokalnya misalnya sumber proteinnya di suatu daerah ikan ya ikan. Kalau sumber proteinnya ayam ya ayam. Jadi berbasis pangan lokal," ujarnya usai Rakortas Kemenko Bidang Pangan di Jakarta, dikutip Jumat (27/6/2025).
Baca juga: Dapur MBG Higienis, Makanan Aman dan Sehat
Dukungan tersebut menyasar lima aspek strategis utama yakni penerapan prinsip pangan B2SA berbasis potensi dan kearifan lokal, edukasi gizi kepada kelompok sasaran, pengawasan keamanan pangan segar, penggunaan indikator Pola Pangan Harapan (PPH), serta pengendalian sisa pangan (food waste).
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk mewujudkan hal itu pihaknya melakukan pengawasan secara ketat terhadap keamanan pangan segar.
“Dan tentunya membutuhkan asupan pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), dan sumbernya dari pangan lokal. Jadi kalau sumber pangan lokalnya misalnya sumber proteinnya di suatu daerah ikan ya ikan. Kalau sumber proteinnya ayam ya ayam. Jadi berbasis pangan lokal," ujarnya usai Rakortas Kemenko Bidang Pangan di Jakarta, dikutip Jumat (27/6/2025).
Baca juga: Dapur MBG Higienis, Makanan Aman dan Sehat
Dukungan tersebut menyasar lima aspek strategis utama yakni penerapan prinsip pangan B2SA berbasis potensi dan kearifan lokal, edukasi gizi kepada kelompok sasaran, pengawasan keamanan pangan segar, penggunaan indikator Pola Pangan Harapan (PPH), serta pengendalian sisa pangan (food waste).
Lihat Juga :