LSI Denny JA: Indeks Tata Kelola Indonesia Masih Tertinggal

Selasa, 11 Maret 2025 - 20:20 WIB
Denny JA menekankan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan besar dalam tata kelola pemerintahan, di antaranya kasus-kasus korupsi besar yang terus menggerogoti sistem.

Beberapa kasus yang mengemuka adalah kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di anak perusahaan Pertamina yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun, serta dugaan korupsi dalam pengelolaan 109 ton emas oleh pejabat PT Antam Tbk dan tata niaga komoditas timah yang merugikan negara hingga Rp271,07 triliun pada periode 2015-2022.

"Pemberantasan korupsi yang serius dan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk meningkatkan skor GGI Indonesia," tandas Denny JA.

Baca juga: Prabowo: THR ASN, TNI, Polri Cair Mulai Senin 17 Maret 2025

Dia juga menyoroti rendahnya efektivitas birokrasi Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut sukses karena memiliki birokrasi yang efektif, cepat, dan transparan. Oleh karena itu, Indonesia harus segera melakukan perbaikan agar tidak semakin tertinggal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!