Menelisik 100 Hari Kinerja Kabinet Prabowo-Gibran Bidang Pendidikan dan Pertahanan
Senin, 27 Januari 2025 - 09:52 WIB
“Jadi, hasil dua survei dipermukaan tampak bertentangan, namun sesungguhnya saling mengisi. Untuk program populis, masyarakat memang puas karena program ini memang dapat segera diwujudkan. Hal itu segera dapat dirasakan masyarakat dan berpengaruh terhadap penilaian baik terhadap kinerja Prabowo-Gibran,” ungkapnya.
Baca juga: Waduh! Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Diduga Keracunan usai Santap Makan Bergizi Gratis
Namun, dia berpendapat bahwa untuk program nonpopulis, tentu pencapaiannya perlu proses waktu dan sulit dicapai 100 hari kerja. “Karena itu, peluang mendapat penilaian buruk sangat terbuka. Hal itu kiranya juga terjadi di bidang pendidikan dan pertahanan,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, dia menuturkan, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kinerja menterinya mendapat penilaian terbaik. Hal itu terjadi karena salah satu Program 100 hari Prabowo-Gibran berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru.
Baca juga: Satryo Brodjonegoro Bikin Gaduh, Prabowo Layak Mencopot
“Program ini mendapat penilaian baik oleh masyarakat, khususnya para guru baik guru negeri maupun guru swasta. Namun demikian, penilaian masyarakat berbeda terhadap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro. Menteri satu ini dinilai negatif setelah didemo pegawainya,” ucapnya.
Baca juga: Blunder Pakai Kop Surat Kementerian untuk Acara Keluarga, Yandri Susanto Bersumpah Tak Ambil Untung
Hanya saja, ujar dia, penilaian negatif terhadap Satryo bukan terkait kinerjanya sebagai menteri. Penilaian itu terkait adab seorang menteri terhadap pegawainya.
“Persoalan adab menjadi urgent karena Satryo sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Tekonologi, yang seharusnya menjaganya dalam bersikap dan bertindak. Satryo seharusnya terdepan menjadi teladan dalam menjaga adab,” kata dia.
Dia mengatakan, kalau Satryo tak bisa menjaga adab, maka akan menjadi menteri kontroversial. Hal ini akan bisa menjadi beban bagi Presiden Prabowo.
“Bidang pendidikan, seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Hal itu dimungkinkan karena anggaran di bidang pendidikan pada 2025 sebesar Rp724,3 triliun,” ujarnya.
Baca juga: Waduh! Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Diduga Keracunan usai Santap Makan Bergizi Gratis
Namun, dia berpendapat bahwa untuk program nonpopulis, tentu pencapaiannya perlu proses waktu dan sulit dicapai 100 hari kerja. “Karena itu, peluang mendapat penilaian buruk sangat terbuka. Hal itu kiranya juga terjadi di bidang pendidikan dan pertahanan,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, dia menuturkan, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kinerja menterinya mendapat penilaian terbaik. Hal itu terjadi karena salah satu Program 100 hari Prabowo-Gibran berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru.
Baca juga: Satryo Brodjonegoro Bikin Gaduh, Prabowo Layak Mencopot
“Program ini mendapat penilaian baik oleh masyarakat, khususnya para guru baik guru negeri maupun guru swasta. Namun demikian, penilaian masyarakat berbeda terhadap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro. Menteri satu ini dinilai negatif setelah didemo pegawainya,” ucapnya.
Baca juga: Blunder Pakai Kop Surat Kementerian untuk Acara Keluarga, Yandri Susanto Bersumpah Tak Ambil Untung
Hanya saja, ujar dia, penilaian negatif terhadap Satryo bukan terkait kinerjanya sebagai menteri. Penilaian itu terkait adab seorang menteri terhadap pegawainya.
“Persoalan adab menjadi urgent karena Satryo sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Tekonologi, yang seharusnya menjaganya dalam bersikap dan bertindak. Satryo seharusnya terdepan menjadi teladan dalam menjaga adab,” kata dia.
Dia mengatakan, kalau Satryo tak bisa menjaga adab, maka akan menjadi menteri kontroversial. Hal ini akan bisa menjadi beban bagi Presiden Prabowo.
“Bidang pendidikan, seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Hal itu dimungkinkan karena anggaran di bidang pendidikan pada 2025 sebesar Rp724,3 triliun,” ujarnya.
Lihat Juga :