Sejumput Makna dalam Wastra Jawa Tengah, Bersama Puluhan Peragawati Dadakan Dekranasda
Rabu, 23 Oktober 2024 - 21:13 WIB
Guna melestarikan nilai dan mem-branding batik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah menggelar peragaan busana batik dari 26 kabupaten/kota, Rabu (23/10/2024).
SEMARANG - Wastra atau kain tradisional khas Nusantara, bukan sekadar pelengkap sandang. Terdapat makna, bahkan asa agar pemakainya sejahtera senantiasa. Di Jawa Tengah, wastra terutama batik tidak hanya monopoli Pekalongan, Solo dan Rembang. Tradisi itu, merentang dari sisi timur-barat dan meluas ke sudut utara-selatan.
Guna melestarikan nilai dan mem-branding batik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah menggelar peragaan busana batik dari 26 kabupaten/kota, Rabu (23/10/2024). Yakni dari Kota Tegal, Semarang, Pekalongan, Magelang, Salatiga, Kabupaten Tegal, Banjarnegara, Kebumen, Blora, Banyumas, Kudus, Cilacap, Jepara, Pemalang, Temanggung, Purworejo, Pekalongan, Semarang, Wonogiri, Magelang, Sragen, Karanganyar, Pati, Batang, Sukoharjo, dan Klaten.
Berlangsung di Gedung Catwalk Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, para peragawati yang tampil adalah para Ketua Dekranasda atau pengurus, serta istri Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Daerah. Mereka menampilkan batik khas daerah masing-masing. Meski gugup, para peragawati dadakan tersebut, berusaha menunjukkan penampilan terbaiknya, dengan berlenggak-lenggok di catwalk.
Guna melestarikan nilai dan mem-branding batik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah menggelar peragaan busana batik dari 26 kabupaten/kota, Rabu (23/10/2024). Yakni dari Kota Tegal, Semarang, Pekalongan, Magelang, Salatiga, Kabupaten Tegal, Banjarnegara, Kebumen, Blora, Banyumas, Kudus, Cilacap, Jepara, Pemalang, Temanggung, Purworejo, Pekalongan, Semarang, Wonogiri, Magelang, Sragen, Karanganyar, Pati, Batang, Sukoharjo, dan Klaten.
Berlangsung di Gedung Catwalk Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, para peragawati yang tampil adalah para Ketua Dekranasda atau pengurus, serta istri Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Daerah. Mereka menampilkan batik khas daerah masing-masing. Meski gugup, para peragawati dadakan tersebut, berusaha menunjukkan penampilan terbaiknya, dengan berlenggak-lenggok di catwalk.
Lihat Juga :