PBNU Kutuk Penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh Polisi Israel
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 16:54 WIB
PBNU mengutuk penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel. FOTO/IST
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) mengutuk penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel. Syekh Ikrima ditangkap usai memimpin salat gaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh .
"PBNU mengutuk tindakan tersebut," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU KH Zulfa Mustofa lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Senada disampaikan Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi. Ia mengecam penangkapan Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel.
Baca juga: Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa karena Gelar Salat Ghaib untuk Ismail Haniyeh
"Kita terus mengecam keras tindakan pembunuhan dan kekerasan di Palestina, seluruh ummat dunia Islam berduka, Israel harus mendengar kemarahan dunia," kata Gus Fahrur lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Gus Fahrur menegaskan segala tindakan kekerasan oleh Israel di Palestina akan memancing kekerasan yang semakin luas. "Segala tindakan kekerasan akan memancing kekerasan yang lain semakin meluas dan situasi semakin buruk," katanya.
"PBNU mengutuk tindakan tersebut," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU KH Zulfa Mustofa lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Senada disampaikan Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi. Ia mengecam penangkapan Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel.
Baca juga: Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa karena Gelar Salat Ghaib untuk Ismail Haniyeh
"Kita terus mengecam keras tindakan pembunuhan dan kekerasan di Palestina, seluruh ummat dunia Islam berduka, Israel harus mendengar kemarahan dunia," kata Gus Fahrur lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Gus Fahrur menegaskan segala tindakan kekerasan oleh Israel di Palestina akan memancing kekerasan yang semakin luas. "Segala tindakan kekerasan akan memancing kekerasan yang lain semakin meluas dan situasi semakin buruk," katanya.
Lihat Juga :