Mengenang Pertemuan Ismail Haniyeh dengan Mantan Wapres JK
Rabu, 31 Juli 2024 - 12:06 WIB
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bertemu dengan Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) di Doha, Qatar, Jumat (12/7/2024). Dalam pertemuan tersebut, JK turut memberi saran kepada Ismail untuk memperbaiki kondisi Palestina. Foto-foto/Tim Media JK
JAKARTA - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas terbunuh di Teheran, ibu kota Iran. Terbunuhnya Ismail ini dilansir kantor berita Mehr pada Rabu (31/7/2024). Haniyeh dan salah satu pengawalnya "mati syahid" setelah kediaman mereka di Teheran menjadi sasaran.
Sebelumnya di pertengahan Juli lalu, tepatnya 12 Juli 2024, Ismail bertemu dengan Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di Doha, Qatar. Dalam pertemuan tersebut, JK turut memberi saran kepada Ismail untuk memperbaiki kondisi Palestina. Salah satu sarannya, Hamas tetap menjaga dan menunjukkan solidaritas dengan Al Fatah. JK juga menyarankan agar Hamas juga senantiasa solid. Tanpa persatuan, JK menilai, akan semakin pelik penyelesaian masalah di Gaza. Baca juga: Jusuf Kalla Bertemu Bos Hamas di Doha, Ini Isi Percakapannya
JK juga menyarankan agar seluruh pihak dapat membuat rencana kemanusian untuk Gaza. Salah satunya, seperti menyusun program bantuan berdasarkan skala prioritas, mengobati korban, menyelamatkan kelompok rentan baik wanita, anak-anak hingga lansia.
Sebelumnya di pertengahan Juli lalu, tepatnya 12 Juli 2024, Ismail bertemu dengan Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di Doha, Qatar. Dalam pertemuan tersebut, JK turut memberi saran kepada Ismail untuk memperbaiki kondisi Palestina. Salah satu sarannya, Hamas tetap menjaga dan menunjukkan solidaritas dengan Al Fatah. JK juga menyarankan agar Hamas juga senantiasa solid. Tanpa persatuan, JK menilai, akan semakin pelik penyelesaian masalah di Gaza. Baca juga: Jusuf Kalla Bertemu Bos Hamas di Doha, Ini Isi Percakapannya
JK juga menyarankan agar seluruh pihak dapat membuat rencana kemanusian untuk Gaza. Salah satunya, seperti menyusun program bantuan berdasarkan skala prioritas, mengobati korban, menyelamatkan kelompok rentan baik wanita, anak-anak hingga lansia.
Lihat Juga :