Pj Bupati Kampar Dilaporkan ke Kemendagri
Rabu, 26 Juni 2024 - 22:37 WIB
Pj Bupati Kampar Hambali dilaporkan ke Kemendagri atas dugaan gratifikasi dan suap lelang proyek perluasan gedung fasilitas layanan perpustakaan di Kabupaten Kampar, Riau. FOTO/IST
JAKARTA - Penjabat (Pj) Bupati Kampar Hambali dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas dugaan gratifikasi dan suap lelang proyek perluasan gedung fasilitas layanan perpustakaan di Kabupaten Kampar, Riau. Adapun yang melaporkannya adalah Masyarakat Anti KKN Indonesia (Makin).
Laporan ke Kemendagri itu merupakan laporan lanjutan yang sebelumnya telah dilayangkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nomor informasi 2024-A-01919 pada 14 Juni 2024, dan laporan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada 24 Juni 2024.
Koordinator Makin Marthen Yulius Siwabessy meminta Kemendagri mengusut tuntas masalah tersebut. Dugaan kasus ini berawal dari muncul bocornya rekaman percakapan penentuan pemenang lelang proyek perluasan gedung fasilitas layanan perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar.
"Pihak-pihak yang melakukan percakapan di dalam rekaman percakapan yang bocor tersebut diduga adalah salah satu panitia lelang yang sedang menanyakan kepastian mengenai siapa peserta lelang yang akan dimenangkan didalam proses lelang proyek yang sedang berjalan tersebut," kata Marthen dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/6/2024).
Laporan ke Kemendagri itu merupakan laporan lanjutan yang sebelumnya telah dilayangkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nomor informasi 2024-A-01919 pada 14 Juni 2024, dan laporan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada 24 Juni 2024.
Koordinator Makin Marthen Yulius Siwabessy meminta Kemendagri mengusut tuntas masalah tersebut. Dugaan kasus ini berawal dari muncul bocornya rekaman percakapan penentuan pemenang lelang proyek perluasan gedung fasilitas layanan perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar.
"Pihak-pihak yang melakukan percakapan di dalam rekaman percakapan yang bocor tersebut diduga adalah salah satu panitia lelang yang sedang menanyakan kepastian mengenai siapa peserta lelang yang akan dimenangkan didalam proses lelang proyek yang sedang berjalan tersebut," kata Marthen dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/6/2024).
Lihat Juga :