Pusat Penelitian Mangrove MBZ-Jokowi Dibangun di Bali
Selasa, 21 Mei 2024 - 13:38 WIB
Menteri Suhail menjelaskan, proyek ini dilakukan dalam kerangka upaya UEA dalam menghadapi perubahan iklim, dan akan berkontribusi dalam mengembangkan strategi yang diperlukan untuk melestarikan lingkungan. Lembaga ini juga akan menjadi platform bagi para ilmuwan dan peneliti untuk bekerja sama serta bertukar pengalaman dan pengetahuan, yang akan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan lingkungan saat ini dan di masa depan.
"Proyek Pusat Penelitian Mangrove Mohamed bin Zayed-Joko Widodo mendukung kebijakan UEA yang sejalan dengan tujuan Konferensi COP28, yang fokus pada memperkuat upaya global dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan kelestarian lingkungan. Lembaga ini juga menggambarkan komitmen UEA untuk memimpin inisiatif lingkungan hidup dan menguatkan kerja sama antarnegara dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," jelas Suhail, dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Selasa (21/5/2024).
Amna bint Abdullah Al Dahhak menegaskan bahwa UEA di bawah kepemimpinan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, sangat ingin berkontribusi dan berperan aktif dalam menemukan solusi praktis untuk melindungi lingkungan dan mendukung upaya keberlanjutan bagi seluruh warga dunia.
"Lembaga ini mewakili salah satu kontribusi terpenting UEA dalam kerja samanya dengan Indonesia untuk mempromosikan solusi berbasis alam dalam rangka mengatasi dampak perubahan iklim di kedua negara dan dunia, karena hutan mangrove merupakan penyimpanan karbon alami yang mendukung berbagai solusi teknologi untuk mengurangi emisi karbon," ujarnya.
Amna menambahkan bahwa lembaga ini mendukung upaya penyebaran lebih banyak lagi pohon mangrove secara global, terutama di UEA, yang berencana untuk menanam 100 juta pohon bakau pada tahun 2030, selain juga Indonesia yang memiliki hutan bakau terbesar dan paling beragam di dunia.
"Proyek Pusat Penelitian Mangrove Mohamed bin Zayed-Joko Widodo mendukung kebijakan UEA yang sejalan dengan tujuan Konferensi COP28, yang fokus pada memperkuat upaya global dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan kelestarian lingkungan. Lembaga ini juga menggambarkan komitmen UEA untuk memimpin inisiatif lingkungan hidup dan menguatkan kerja sama antarnegara dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," jelas Suhail, dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Selasa (21/5/2024).
Amna bint Abdullah Al Dahhak menegaskan bahwa UEA di bawah kepemimpinan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, sangat ingin berkontribusi dan berperan aktif dalam menemukan solusi praktis untuk melindungi lingkungan dan mendukung upaya keberlanjutan bagi seluruh warga dunia.
"Lembaga ini mewakili salah satu kontribusi terpenting UEA dalam kerja samanya dengan Indonesia untuk mempromosikan solusi berbasis alam dalam rangka mengatasi dampak perubahan iklim di kedua negara dan dunia, karena hutan mangrove merupakan penyimpanan karbon alami yang mendukung berbagai solusi teknologi untuk mengurangi emisi karbon," ujarnya.
Amna menambahkan bahwa lembaga ini mendukung upaya penyebaran lebih banyak lagi pohon mangrove secara global, terutama di UEA, yang berencana untuk menanam 100 juta pohon bakau pada tahun 2030, selain juga Indonesia yang memiliki hutan bakau terbesar dan paling beragam di dunia.
Lihat Juga :