Memupuk Solidaritas Sosial di Tengah Pandemi Corona
Jum'at, 01 Mei 2020 - 13:58 WIB
“Selain dari perorangan ada juga yang dari kelompok, seperti kemarin ada dari partai politik juga membagikan ribuan boks makanan. Jadi yang formal seperti kelompok itu segitu, tapi yang secara social dari pribadi-pribadi itu malah lebih banyak jumlahnya kalau di total semua,” tutur mantan anggota MPR periode 1999-2004 itu.
(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Mubarok juga menjelaskan pentingnya bantuan swadaya dari masyarakat agar masyarakat tidak mampu dapat bertahan dalam situasi saat ini.
“Kalau pemerintah sendiri saja misalnya masih kewalahan untuk mendistribusikan bahan makanan, Misalnya bantuan ke RT yang dibutuhkan ada 100 tapi yang diterima cuma 50 boks. Itu kan bagi aparat setempat menjadi berat karena yang membutuhkan jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu, penting sekali adanya bantuan dari kalangan masyarakat, baik pribadi, organisasi maupun kelompok,” tutur mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini.
Dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan spontanitas dari masyarakat yang muncul selama pandemi Covid. Hal tersebut sejatinya merupakan ciri khas masyarakat bangsa Indonesia.
“Fenomena membagi bantuan dari masyarakat ini sudah muncul tanpa adanya seruan. Saya kira seruannya mungkin justru ucapan terima kasih kepada mereka," tuturnya.
(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Mubarok juga menjelaskan pentingnya bantuan swadaya dari masyarakat agar masyarakat tidak mampu dapat bertahan dalam situasi saat ini.
“Kalau pemerintah sendiri saja misalnya masih kewalahan untuk mendistribusikan bahan makanan, Misalnya bantuan ke RT yang dibutuhkan ada 100 tapi yang diterima cuma 50 boks. Itu kan bagi aparat setempat menjadi berat karena yang membutuhkan jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu, penting sekali adanya bantuan dari kalangan masyarakat, baik pribadi, organisasi maupun kelompok,” tutur mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini.
Dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan spontanitas dari masyarakat yang muncul selama pandemi Covid. Hal tersebut sejatinya merupakan ciri khas masyarakat bangsa Indonesia.
“Fenomena membagi bantuan dari masyarakat ini sudah muncul tanpa adanya seruan. Saya kira seruannya mungkin justru ucapan terima kasih kepada mereka," tuturnya.
Lihat Juga :