Pemerintah Akan Bentuk Komcad, Imparsial: Lebih Baik Perkuat dan Benahi TNI Dulu
Selasa, 18 Agustus 2020 - 10:45 WIB
Kemhan berencana mengadakan pelatihan bela negara untuk para mahasiswa. Imparsial mengkritik rencana pembentukan komponen cadangan (Komcad) dari unsur masyarakat. Foto/SINDOphoto
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana mengadakan pelatihan bela negara untuk para mahasiswa. Imparsial mengkritik rencana pembentukan komponen cadangan (Komcad) dari unsur masyarakat.
Wakil Direktur Imparsial, Gufron Mabruri mendesak Kemhan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunda atau mengkaji ulang pembentukan Komcad dari mahasiswa. Sebab, ada beberapa permasalahan dalam Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara. (Baca juga: Susun Komponen Cadangan, Menhan Siap Sinergi dengan Kemdikbud)
“Dari sisi urgensi untuk apa pembentukan Komcad dilakukan hari ini. Penguatan sektor pertahanan yang mesti diprioritaskan itu komponen utamanya dulu, yakni TNI,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews , Senin (17/8/2020).
Gufron mengatakan TNI masih membutuhkan banyak pembenahan dan penguatan dari aspek. Beberapa masalah yang dihadapi TNI, antara lain, rendahnya kesejahteraan prajurit dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah jadul.
Wakil Direktur Imparsial, Gufron Mabruri mendesak Kemhan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunda atau mengkaji ulang pembentukan Komcad dari mahasiswa. Sebab, ada beberapa permasalahan dalam Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara. (Baca juga: Susun Komponen Cadangan, Menhan Siap Sinergi dengan Kemdikbud)
“Dari sisi urgensi untuk apa pembentukan Komcad dilakukan hari ini. Penguatan sektor pertahanan yang mesti diprioritaskan itu komponen utamanya dulu, yakni TNI,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews , Senin (17/8/2020).
Gufron mengatakan TNI masih membutuhkan banyak pembenahan dan penguatan dari aspek. Beberapa masalah yang dihadapi TNI, antara lain, rendahnya kesejahteraan prajurit dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah jadul.
Lihat Juga :