75 Tahun

Selasa, 18 Agustus 2020 - 06:16 WIB
Usia 75 tahun saat ini sepatutnya menjadi tonggak untuk mensyukuri sekaligus mengevaluasi diri. Ilustrasi/SINDOnews
KEMARIN, Republik Indonesia genap berusia 75 tahun. Ditilik dari umurnya, bangsa ini bisa dibilang tak muda. Namun, jika membandingkan dengan negara-negara mayoritas maju lainnya, Indonesia juga bisa dikategorikan belum tua.

Terlepas dari angka-angka yang melingkupinya, peringatan Kemerdekaan RI tahun ini sangatlah istimewa. Tergolong tak biasa karena kemerdekaan diperingati dalam suasana keprihatinan mendalam akibat pandemi Covid-19. Namun, yang lebih memprihatinkan, pekik kemerdekaan terasa belum membahana. Pekik merdeka tak sekadar berarti suara lantang. Lebih dari itu, pekik itu bermakna keberanian Indonesia untuk lepas dari belenggu dan ketakutan dalam arti sebenarnya.



Wabah korona sudah sepatutnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen bangsa untuk mengkaji ulang sejauh mana makna merdeka yang kita dengung-dengungkan selama ini. Virus korona yang tak tampak kasatmata terbukti telah memorak-porandakan tatanan dan sendi kehidupan. Di tengah kondisi yang dialami secara global ini, tampak sekali masing-masing pihak, baik itu negara, lembaga, kelompok, atau individu seolah berupaya membuat skenario penyelamatan diri sendiri.

Kebijakan yang telat, coba-coba, ego sektoral, bahkan cenderung bertabrakan satu dengan yang lain membuat situasi saat krisis ini makin miris. Fenomena negatif yang tak henti ini membuat relasi antara negara dan rakyat menjadi terkoyak. Masalah kian serius manakala di lapangan, kebijakan-kebijakan itu juga membuat benturan antarwarga terus saja terjadi. Distribusi bantuan sosial (bansos) misalnya yang tumpang tindih dan tak merata adalah di antaranya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!