Ramadan Milik Semua: Melewati Pemilu 2024, Menuju Indonesia Harmoni

Rabu, 27 Maret 2024 - 19:06 WIB
Pengamat isu radikalisme dan terorisme, Amir Mahmud. FOTO/IST
JAKARTA - Bulan Ramadan tahun ini bagi umat Islam di Indonesia berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Ramadan tahun ini bertepatan dengan ditetapkannya hasil Pemilu 2024. Karena itu, umat Islam di Indonesia diajak melihat bulan Ramadan yang bukan hanya sebagai momen ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

Pengamat isu radikalisme dan terorisme, Amir Mahmud menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menjalani kehidupan bersama, terutama setelah pemilu. Dia menekankan bahwa kebersamaan bukan hanya milik personal atau kelompok, tetapi milik seluruh bangsa.



"Tantangan utamanya adalah egoisme dan kepentingan yang berawal dari ego, baik dalam tingkat personal maupun kolektif. Hal ini sering kali menghambat terwujudnya kehidupan yang harmonis dan solidaritas di antara masyarakat," kata Amir Mahmud, Selasa (26/3/2024).

Seperti halnya awal masuk Ramadan yang di situ sudah terjadi perbedaan dalam menentukan dimulainya ibadah puasa, perbedaan seringkali terjadi tidak hanya pada hal-hal yang substansial, namun juga pada sesuatu yang dianggap biasa atau bahkan tidak begitu penting.

"Bulan Ramadan yang sedang kita jalankan ini, dari awalnya sudah ada perbedaan dalam penetapan waktu masuknya. Ada yang hari Senin atau ada yang hari Selasa. Tetapi kan kita sepakat, umat Islam mulai puasa Ramadan itu pada tanggal 1 Ramadan, ya kan? Walaupun ada persoalan yang terkait dengan masalah waktu, tetapi tidak mengubah esensi ibadahnya dan perintah Allah tetap dijalankan," kata Amir Mahmud.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!