Anomali Suara Partai Tertentu Meroket, Roy Suryo Ungkap Hal Mencengangkan
Minggu, 03 Maret 2024 - 11:13 WIB
Kata Roy, pandangan ini senada dengan yang disampaikan Burhanuddin Muhtadi, yang selama ini dikenal sebagai Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, sampai-sampai yang bersangkutan mengatakan "Saya tidak paham" (anomali ini).
"Ini menarik dan perlu dicermati, sebab kalau saja sampai seorang profesor tokoh Lembaga Survei terkenal yang selama ini sudah banyak makan asam garam soal statistik saja tidak paham, terus siapa sebenarnya yang paham atas anomali tersebut?" jelasnya.
"Dengan kata lain, anomali ini di luar batas kewajaran alias merupakan sebuah "hil yang mustahal" kalau meminjam istilah dari Pelawak Almarhum Asmuni Srimulat untuk menunjukkan sebuah hal yang mustahil," tambahnya.
Berikut penjelasan mencengangkan Roy Suryo menanggapi fenomena meroketnya suara partai tertentu, yakni:
Penjelasannya adalah biasanya (dan memang sudah menjadi kelaziman sebuah hasil nyata dari perhitungan suara), kalau data yang masuk sudah di atas 60 persen bahkan 70 persen, maka volatilitas yang terjadi tidak akan bisa ekstrem, artinya pergerakan angka yang diperoleh akan cenderung "serempak" dan bergerak bersama (satu naik, lainnya pum ikut naik, meski masih dalam simpangan margin error).
Sangat jarang atau bahkan mustahil bilamana ada 1 atau 2 saja yang mendadak naik tajam, sedangkan yang lain melandai atau bahkan stagnan.
Volatilitas adalah ukuran perubahan statistik dalam periode tertentu. Sebutan lain untuk volatilitas adalahmood, karena volatilitas dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan peluang maupun risiko, namun tetap bukan patokan yang pasti.
Dalam hal ini, volatilitas erat kaitannya dengan beta dan deviasi standar. Seringkali Volatilitas dipakai dalam dunia Saham, karena bisa menjadi acuan. Volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang ditujukan untuk mengukur risiko saham pada periode berikutnya.
Bila dicermati, partai yang paling banyak mengalami peningkatan perolehan yg tidak wajar ini adalah PSI. Partai yang dalam berbagai iklan baik cetak maupun elektronik mengklaim "Partainya Bapaknya Ketumnya" ini memang sangat fenomenal.
Dimulai dari penunjukkan Ketuanya dari Anggota yang baru bergabung dua hari saja, Pelaporan Pengeluaran Keuangan Partai yang sempat dipertanyakan (karena samasekali tdak wajar, hanya ratusan ribu rupiah dari masifnya iklan di berbagai media), dan sebagainya.
"Ini menarik dan perlu dicermati, sebab kalau saja sampai seorang profesor tokoh Lembaga Survei terkenal yang selama ini sudah banyak makan asam garam soal statistik saja tidak paham, terus siapa sebenarnya yang paham atas anomali tersebut?" jelasnya.
"Dengan kata lain, anomali ini di luar batas kewajaran alias merupakan sebuah "hil yang mustahal" kalau meminjam istilah dari Pelawak Almarhum Asmuni Srimulat untuk menunjukkan sebuah hal yang mustahil," tambahnya.
Berikut penjelasan mencengangkan Roy Suryo menanggapi fenomena meroketnya suara partai tertentu, yakni:
Penjelasannya adalah biasanya (dan memang sudah menjadi kelaziman sebuah hasil nyata dari perhitungan suara), kalau data yang masuk sudah di atas 60 persen bahkan 70 persen, maka volatilitas yang terjadi tidak akan bisa ekstrem, artinya pergerakan angka yang diperoleh akan cenderung "serempak" dan bergerak bersama (satu naik, lainnya pum ikut naik, meski masih dalam simpangan margin error).
Sangat jarang atau bahkan mustahil bilamana ada 1 atau 2 saja yang mendadak naik tajam, sedangkan yang lain melandai atau bahkan stagnan.
Volatilitas adalah ukuran perubahan statistik dalam periode tertentu. Sebutan lain untuk volatilitas adalahmood, karena volatilitas dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan peluang maupun risiko, namun tetap bukan patokan yang pasti.
Dalam hal ini, volatilitas erat kaitannya dengan beta dan deviasi standar. Seringkali Volatilitas dipakai dalam dunia Saham, karena bisa menjadi acuan. Volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang ditujukan untuk mengukur risiko saham pada periode berikutnya.
Bila dicermati, partai yang paling banyak mengalami peningkatan perolehan yg tidak wajar ini adalah PSI. Partai yang dalam berbagai iklan baik cetak maupun elektronik mengklaim "Partainya Bapaknya Ketumnya" ini memang sangat fenomenal.
Dimulai dari penunjukkan Ketuanya dari Anggota yang baru bergabung dua hari saja, Pelaporan Pengeluaran Keuangan Partai yang sempat dipertanyakan (karena samasekali tdak wajar, hanya ratusan ribu rupiah dari masifnya iklan di berbagai media), dan sebagainya.
Lihat Juga :