Aktivis Katolik Dukung Prabowo-Gibran demi Keberlanjutan Pembangunan
Jum'at, 09 Februari 2024 - 22:32 WIB
“Ibarat garam dan terang, kehadiran aktivis Katolik mewarnai pesta demokrasi saat ini. Doa dan dukungan dari gereja serta seluruh umat menjadi penyemangat para rasul awam yang hari ini sedang berjuang dalam gelanggang,” ujarnya.
“Kami berkomitmen mendukung capres cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari ikhtiar melanjutkan dan mengakselerasi keberhasilan pembangunan pemerintah hari ini agar semakin meluas dan berkeadilan,” tambahnya.
Hal lain yang menjadi catatan penting karena berbagai survei Tanah Air masih menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran melampaui the magic number 50 persen. Hal ini diperkuat tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi masih sangat tinggi 80 persen.
“Umat Katolik melihat kesempatan untuk ambil bagian dalam akselerasi pembangunan ke depan. Tentu kami melihat bahwa Jokowi terasosiasi dengan paslon nomor urut 2," kata Gusma.
Dia mengajak seluruh aktivis Katolik berkomitmen penuh menyukseskan Pemilu 2024 yang damai dan tanpa kecurangan. Dia juga menolak segala bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, money politic, politisasi agama dan etika dalam proses politik elektoral yang berlangsung.
“Kami berkomitmen mendukung capres cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari ikhtiar melanjutkan dan mengakselerasi keberhasilan pembangunan pemerintah hari ini agar semakin meluas dan berkeadilan,” tambahnya.
Hal lain yang menjadi catatan penting karena berbagai survei Tanah Air masih menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran melampaui the magic number 50 persen. Hal ini diperkuat tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi masih sangat tinggi 80 persen.
“Umat Katolik melihat kesempatan untuk ambil bagian dalam akselerasi pembangunan ke depan. Tentu kami melihat bahwa Jokowi terasosiasi dengan paslon nomor urut 2," kata Gusma.
Dia mengajak seluruh aktivis Katolik berkomitmen penuh menyukseskan Pemilu 2024 yang damai dan tanpa kecurangan. Dia juga menolak segala bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, money politic, politisasi agama dan etika dalam proses politik elektoral yang berlangsung.
Lihat Juga :