Hasto Wardoyo Tegaskan BKKBN Bertekad Bangun SDM
Minggu, 28 Januari 2024 - 20:55 WIB
Dokter Hasto menandaskan, BKKBN bersama berbagai elemen, termasuk masyarakat, bukan hanya berupaya agar anak tidak stunting, tapi juga anak-anak sehat jiwanya untuk Indonesia yang makmur dan sejahtera, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 tercapai.
Dalam kesempatan itu, dokter Hasto mengungkapkan, selama 10 tahun terakhir, persentase penduduk lansia (lanjut usia) di Indonesia meningkat dari 7,57% pada 2012 dan menjadi 10,48% pada 2022. Angka tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, diproyeksi akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19,9% pada 2045.
Selanjutnya, terdapat delapan provinsi yang telah memasuki struktur penduduk menua, yaitu persentase penduduk lanjut usia yang lebih besar dari 10%. Delapan provinsi tersebut paling tinggi adalah DIY sebesar 16,69%.
"Kita kebanjiran usia tua. Kalau yang menopang yang muda itu stunting, waduh berat sekali. Oleh karenanya, jangan sampai muncul generasi stunting. Generasi harus berkualitas supaya besok bisa mengurus orang tua-orang tua yang sehat," katanya.
Karena tidak bisa mencegah bertambahnya penduduk lansia, apalagi harapan hidup manusia saat ini lebih panjang, maka yang bisa dilakukan adalah mencegah bayi lahir.
"Kita bisa pakai alat atau obat kontrasepsi atau ber-KB untuk mencegah bayi lahir. Tapi kalau mencegah banyaknya lansia itu tidak mungkin. Kita pasti akan mengusahakan lansia panjang umur," ujar dokter Hasto.
Dalam kesempatan itu, dokter Hasto mengungkapkan, selama 10 tahun terakhir, persentase penduduk lansia (lanjut usia) di Indonesia meningkat dari 7,57% pada 2012 dan menjadi 10,48% pada 2022. Angka tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, diproyeksi akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19,9% pada 2045.
Selanjutnya, terdapat delapan provinsi yang telah memasuki struktur penduduk menua, yaitu persentase penduduk lanjut usia yang lebih besar dari 10%. Delapan provinsi tersebut paling tinggi adalah DIY sebesar 16,69%.
"Kita kebanjiran usia tua. Kalau yang menopang yang muda itu stunting, waduh berat sekali. Oleh karenanya, jangan sampai muncul generasi stunting. Generasi harus berkualitas supaya besok bisa mengurus orang tua-orang tua yang sehat," katanya.
Karena tidak bisa mencegah bertambahnya penduduk lansia, apalagi harapan hidup manusia saat ini lebih panjang, maka yang bisa dilakukan adalah mencegah bayi lahir.
"Kita bisa pakai alat atau obat kontrasepsi atau ber-KB untuk mencegah bayi lahir. Tapi kalau mencegah banyaknya lansia itu tidak mungkin. Kita pasti akan mengusahakan lansia panjang umur," ujar dokter Hasto.
Lihat Juga :