Kasus Korupsi Sistem Proteksi TKI di Kemnaker, KPK: Negara Rugi Rp17,6 Miliar
Kamis, 25 Januari 2024 - 18:32 WIB
Alex, sapaan akrab Alexander Marwata menguraikan, perkara ini bermula dari tindak lanjut rekomendasi tim terpadu perlindungan TKI di luar negeri. Adapun, rekomendasi tersebut berkaitan dengan upaya melakukan pengolahan data proteksi TKI sehingga dengan tepat dan cepat melakukan pengawasan dan pengendalian.
Saat itu, Reyna Usman selaku Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemenakertrans mengajukan anggaran untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp20 miliar ke Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Sejalan dengan itu, I Nyoman Darmanta dipilih dan diangkat sebagai PPK dalam pengadaan tersebut.
"Sekitar Maret 2012, atas inisiatif dari RU dilakukan pertemuan pembahasan awal yang dihadiri IND dan KRN selaku Direktur PT AIM yang kemudian atas perintah RU terkait penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) disepakati sepenuhnya menggunakan data tunggal dari PT AIM," ucap Alex.
Lebih lanjut Alex menyebutkan, proses lelang pengadaan tersebut ternyata telah dikondisikan pihak pemenangnya yakni perusahaan milik Karunia sejak awal. Di mana, Karunia sebelumnya telah menyiapkan dua perusahaan lain seolah-olah untuk ikut serta dalam proses penawaran dengan tidak melengkapi syarat-syarat lelang.
"Sehingga nantinya PT AIM dinyatakan sebagai pemenang lelang," imbuhnya.
Saat itu, Reyna Usman selaku Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemenakertrans mengajukan anggaran untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp20 miliar ke Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Sejalan dengan itu, I Nyoman Darmanta dipilih dan diangkat sebagai PPK dalam pengadaan tersebut.
"Sekitar Maret 2012, atas inisiatif dari RU dilakukan pertemuan pembahasan awal yang dihadiri IND dan KRN selaku Direktur PT AIM yang kemudian atas perintah RU terkait penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) disepakati sepenuhnya menggunakan data tunggal dari PT AIM," ucap Alex.
Lebih lanjut Alex menyebutkan, proses lelang pengadaan tersebut ternyata telah dikondisikan pihak pemenangnya yakni perusahaan milik Karunia sejak awal. Di mana, Karunia sebelumnya telah menyiapkan dua perusahaan lain seolah-olah untuk ikut serta dalam proses penawaran dengan tidak melengkapi syarat-syarat lelang.
"Sehingga nantinya PT AIM dinyatakan sebagai pemenang lelang," imbuhnya.
Lihat Juga :