Deretan Menteri yang Mengundurkan Diri pada Era Megawati dan Jokowi

Selasa, 16 Januari 2024 - 15:10 WIB
Presiden Jokowi saat berkunjung ke kediaman Megawati Soekarnoputri dalam suasana Lebaran 2022. Foto/Instagram @puanmharani
JAKARTA - Deretan menteri yang mengundurkan diri era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo ( Jokowi ). Alasan mereka meninggalkan jabatan pembantu presiden itu pun beragam.

Misalnya, karena berstatus tersangka kasus korupsi, terpilih menjadi wakil rakyat, hingga mundur menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2004.



Lalu, siapa saja mereka?

1. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)



SBY menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Gotong Royong kepemimpinan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Pria kelahiran 9 September 1949 ini mundur dari jabatan pembantu presiden pada 11 Maret 2004.

Posisinya digantikan Hari Sabarno, sebagai Pelaksana Tugas Menko Polkam. Dalam pilpres yang digelar secara langsung untuk pertama kalinya itu, SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Pasangan ini dikenal dengan duet SBY-JK, punya slogan "Bersama Kita Bisa".

Sejarah kemudian mencatat SBY menjadi presiden dua periode. Di periode keduanya (2009-2014), SBY berpasangan dengan Boediono.

2. M Jusuf Kalla (JK)



JK menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) di Kabinet Gotong Royong. JK mundur dari menteri pada 19 April 2004.

Posisi JK kemudian digantikan oleh Abdul Malik Fadjar sebagai Pelaksana Tugas Menko Kesra. JK kemudian berpasangan dengan SBY yang telah mundur dari kabinet sebulan sebelumnya.

Pasangan SBY-JK menang dalam Pilpres 2004 tersebut, mengalahkan Megawati-Hasyim Muzadi.

3. Agum Gumelar



Agum Gumelar menjabat sebagai Menteri Perhubungan di Kabinet Gotong Royong. Agum mundur dari jabatan itu pada 24 Mei 2004.

Posisi Agum Gumelar digantikan Sunarno Pelaksana Tugas Menhub. Agum kemudian mendampingi Hamzah Haz bertarung di Pilpres 2004.

Namun, pasangan ini kalah di putaran pertama. Meraih 3.569.861 suara atau 3,01%, pasangan yang diusung PPP ini menempati urutan terbawah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!