Caleg Partai Perindo Agung Surya Wijaya Akui Akar Korupsi karena Biaya Politik Tinggi
Sabtu, 25 November 2023 - 19:09 WIB
Ia mengungkapkan dalam Pemilu 2019 di DPRD Kabupaten Bogor saja untuk seorang Caleg harus mengeluarkan biaya sebesar satu hingga dua miliar rupiah.
"Kalau untuk masuk DPR minimal biayanya bisa dua digit. Itu yang saya dengar di 2019. Akar mula korupsi itu dari cost politik yang tinggi," jelasnya.
Ia menuturkan banyak generasi muda yang tidak ingin pemerintahan kotor karena kasus korupsi dan ingin pemerintahan yang bersih serta melayani serta mewadahi kreativitas anak muda.
"Data basil survei, calon pemilih muda itu semakin banyak, hampir 60 persen atau mayoritas. Siapa yang bisa mendapatkan suara mereka pasti menang. Partai-partai lain berlomba-lomba ingin mendekati konstituen anak muda dari gaya berbicara, cara berpakaian, dan lainnya," papar Agung Surya Wijaya.
Namun bagi dirinya karena berasal dari satu generasi, maka komunikasi bisa lebih cair dan dengan mudah dipahami.
"Jadi bisa nyambung. Apalagi saya aktivis di kemahasiswaan. Jadi anak-anak muda, mahasiswa banyak yang kritis. Mereka hanya bisa di depan gedung DPR, tapi mereka belum masuk ke dalam sistem," jelas dia.
Untuk mengubah pemerintahan yang korupsi menjadi lebih bersih, ia menekankan anak muda harus terjun langsung masuk ke dalam partai politik untuk membersihkan sistem dari dalam.
"Kalau untuk masuk DPR minimal biayanya bisa dua digit. Itu yang saya dengar di 2019. Akar mula korupsi itu dari cost politik yang tinggi," jelasnya.
Ia menuturkan banyak generasi muda yang tidak ingin pemerintahan kotor karena kasus korupsi dan ingin pemerintahan yang bersih serta melayani serta mewadahi kreativitas anak muda.
"Data basil survei, calon pemilih muda itu semakin banyak, hampir 60 persen atau mayoritas. Siapa yang bisa mendapatkan suara mereka pasti menang. Partai-partai lain berlomba-lomba ingin mendekati konstituen anak muda dari gaya berbicara, cara berpakaian, dan lainnya," papar Agung Surya Wijaya.
Namun bagi dirinya karena berasal dari satu generasi, maka komunikasi bisa lebih cair dan dengan mudah dipahami.
"Jadi bisa nyambung. Apalagi saya aktivis di kemahasiswaan. Jadi anak-anak muda, mahasiswa banyak yang kritis. Mereka hanya bisa di depan gedung DPR, tapi mereka belum masuk ke dalam sistem," jelas dia.
Untuk mengubah pemerintahan yang korupsi menjadi lebih bersih, ia menekankan anak muda harus terjun langsung masuk ke dalam partai politik untuk membersihkan sistem dari dalam.
Lihat Juga :