Pemilu 2024, Ikatan Sarjana Katolik Berharap Tak Ada Ujaran Kebencian

Minggu, 29 Oktober 2023 - 23:12 WIB
Meskipun pesimisme terhadap proses kampanye pilpres masih cukup tinggi, namun optimisme terhadap kandidat masih sangat baik. Optimisme terhadap nama-nama kandidat presiden yang beredar sebelum penetapan terlihat cukup baik.

Sejumlah 33,8 persen responden optimis, dan 14,2 persen sangat optimis bahwa kandidat presiden mampu membawa Indonesia kepada negara yang lebih maju. Hanya sejumlah 4,09 persen responden sangat pesimis, dan 4,03 persen pesimis terhadap hal tersebut.

Hal senada juga terlihat dalam optimisme terhadap kapabilitas para kandidat presiden. Sejumlah 36,1 persen optimis dan sejumlah 11,2 persen sangat optimistis dalam menilai hal tersebut. Hanya tersisa 3,66 persen responden sangat pesimis dan 7,10 persen sangat pesimis.

"Dari hasil temuan tersebut terlihat pesimisme muncul terkait proses kampanye politik namun tidak pada kandidat presiden yang sudah muncul. Data tersebut semakin menguatkan trauma selama proses kampanye dan juga diskursus politik setelah terpilih masih belum lekang dari ingatan komunitas umat katolik DKI Jakarta," jelas Agus.

Temuan ini menurutnya kemudian menyisakan tantangan untuk memastikan partisipasi politik terutama dalam pemilu. Salah satunya berupaya untuk mendorong Pemilu yang sehat dengan meminimalisir ujaran kebencian serta polarisasi.

"Riset ini merupakan bagian dari partisipasi aktif Iska sebagai cendekia yang diawali oleh Iska DPD DKI Jakarta yang harapannya berlanjut pada aksi lainnya," ujar Arie Sulistiono, Sekjen Pengurus Pusat Iska.

"Harapannya tradisi baik ini nanti akan dapat dikembangkan di tingkat nasional," harapnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!