Profil Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kepercayaan Jokowi yang Punya Kepedulian Sosial Tinggi

Senin, 09 Oktober 2023 - 15:03 WIB
Jenderal TNI (HOR) Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan merupakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi yang meniti karier di militer. Foto: SINDOnews/Dok
JAKARTA - Jenderal TNI (HOR) Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan merupakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi yang meniti karier di militer. Pria kelahiran Toba Samosir, 28 September 1947 ini menduduki sejumlah jabatan penting di kabinet Presiden Jokowi.

Sebelum Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut menjabat Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno pada 12 Agustus 2015. Sebelumnya Luhut menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dari 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.



Tak lama menjabat Menko Polhukam, Luhut diangkat menjadi Menko Kemaritiman dan Investasi ketika reshuffle Kabinet Kerja Jilid II bergulir pada 27 Juli 2016. Saat itu Luhut diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Luhut terbilang menteri kepercayaan Presiden Jokowi dalam kabinet. Bahkan, ketika Presiden Jokowi memberhentikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar pada tanggal 15 Agustus 2016 terkait polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS), Luhut dipercaya menjabat Plt Menteri ESDM.

Bahkan Luhut kerap dipercaya Jokowi dalam berbagai isu strategis nasional yang bukan bidangnya. Seperti penanganan pandemi Covid-19, penyelesaian konflik Papua, hingga perbaikan kualitas udara Jakarta. Tak heran Luhut kerap dijuluki Menteri Segala Urusan.

Baca Juga: Sering Dijuluki Menteri Segala Urusan, Luhut Ungkap Perasaannya

Terlepas dari julukan itu, Luhut merupakan menteri dengan kepedulian sosial yang tinggi. Luhut diketahui sering membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti korban bencana alam, anak yatim piatu, atau veteran perang. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial, seperti Yayasan Pendidikan Harapan Papua, Yayasan Pendidikan Anak Bangsa Bisa, Yayasan Pendidikan Anak Negeri, dan lain-lain.

Pada tahun 2001 Luhut membangun yayasan dan sekolah untuk masyarakat yang membutuhkan. Bersama istrinya, Devi, Luhut membuat sebuah yayasan misi sosial bernama Yayasan Del. Tujuannya untuk mengoptimalkan sumber daya manusia Indonesia agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

Yayasan Del bergerak di sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, kemanusiaan dan membangun panti asuhan. Selain itu, Del juga memberikan program beasiswa tanpa membedakan status maupun golongan.

Baca Juga: Kisah Heroik Luhut Pandjaitan dan Pasukannya saat Dihujani Peluru Pasukan Tropas di Timor Timur

Program pertamanya adalah dengan mendirikan Politeknik Informatika Del yang kini telah menjadi Institut Teknologi Del, di tepi Danau Toba. Tepatnya di Sitoluama, Laguboti, Kabupaten Tobasa. Sekarang IT Del telah membuka program studi baru, yaitu: S1 Teknik Manajemen Rekayasa, Teknik Bioproses, Sistem Informasi dan Teknik Informatika, serta D3 Teknik Informatika.

Institut Teknologi DEL, ditujukan untuk anak berbakat dan dari keluarga tidak mampu Indonesia. Sejak didirikan, Institut Teknologi DEL bekerjasama dengan ITB Bandung, NIT India, dan Wollongong University Australia.

Luhut juga mendirikan Yayasan Luhur Bakti Pertiwi yang sudah melahirkan 250 alumni generasi muda berjiwa pemimpin berintegritas tinggi dari 23 provinsi. Selain itu Luhut juga mendirikan Yayasan Lingkar Bina Prakarsa sebagai lembaga independen dan non-partisan untuk menjadi Pusat Studi Kebijakan dan Pendampingan Strategis.

Sebelum masuk Kabinet Jokowi, Luhut Pandjaitan juga pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan periode 2000–2001 saat era Presiden Abdurrahman Wahid. Luhut juga pernah menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Baca Juga: Kisah Luhut Pandjaitan Awal Tertarik Masuk TNI hingga Tak Dikenali Anaknya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!