Akademisi: Rendahnya Literasi Digital Biang Kerok Tumbuhnya Hoaks
Sabtu, 29 Juli 2023 - 17:49 WIB
Akademisi Komunikasi Digital UMJ Makroen Sanjaya menyebut rendahnya literasi digital di Indonesia menjadi biang kerok tumbuhnya berita bohong (hoaks). Foto: MPI
JAKARTA - Akademisi Komunikasi Digital Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Makroen Sanjaya menyebut rendahnya literasi digital di Indonesia menjadi biang kerok tumbuhnya berita bohong ( hoaks ).
“Karena teman-teman literasi digital ini kondisi kita masih sangat parah, baru 3,5 dari skala 10 masyarakat Indonesia. Ini kemudian menjadi salah satu biang keroknya,” ungkap Makroen dalam dialog Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (29/7/2023).
"Tumbuhnya berita hoaks fitnah dan media sosial menjadi ajang pertempuran gila-gilaan ini itu sumber. Pokoknya salah satu karena literasi, literasi ini yang masih rendah," lanjutnya.
Baca Juga: Dewan Pers: Perpres Publishers Rights Bangun Ekosistem Pers yang Sehat dan Menyehatkan Media
Oleh karena itu, Makroen mendorong agar digencarkan literasi digital. Sehingga, hoaks yang merajalela di media sosial tidak dikonsumsi oleh masyarakat.
“Nanti diciptakan kalau bisa misalnya dalam beberapa waktu ke depan ini secara jangka panjang. Kalau literasi digital masyarakat ini bisa dibangun, bisa indeks untuk mencapai melampaui 6 misalnya, itu berita-berita hoaks itu akan enggak laku dengan sendirinya. Berita-berita yang provokatif, yang fitnah tidak akan laku,” tandasnya.
“Karena teman-teman literasi digital ini kondisi kita masih sangat parah, baru 3,5 dari skala 10 masyarakat Indonesia. Ini kemudian menjadi salah satu biang keroknya,” ungkap Makroen dalam dialog Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (29/7/2023).
"Tumbuhnya berita hoaks fitnah dan media sosial menjadi ajang pertempuran gila-gilaan ini itu sumber. Pokoknya salah satu karena literasi, literasi ini yang masih rendah," lanjutnya.
Baca Juga: Dewan Pers: Perpres Publishers Rights Bangun Ekosistem Pers yang Sehat dan Menyehatkan Media
Oleh karena itu, Makroen mendorong agar digencarkan literasi digital. Sehingga, hoaks yang merajalela di media sosial tidak dikonsumsi oleh masyarakat.
“Nanti diciptakan kalau bisa misalnya dalam beberapa waktu ke depan ini secara jangka panjang. Kalau literasi digital masyarakat ini bisa dibangun, bisa indeks untuk mencapai melampaui 6 misalnya, itu berita-berita hoaks itu akan enggak laku dengan sendirinya. Berita-berita yang provokatif, yang fitnah tidak akan laku,” tandasnya.
Lihat Juga :